10 Warisan Budaya Jambi Terima Seritifkat Mendikbud

0
Malam Apresiasi Seni Melayu Para penampil mementaskan Tari Lilin pada Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi. Foto: ant/serujambi
SERUJAMBI.COM, Jambi – Sebanyak 10 warisan budaya Jambi mendapat sertifikat Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan (Mendikbud) setelah sebelumnya mengikuti berbagai tahapan sidang penetapan.

“Alhamdulillah kita mendapatkan 8 Warisan Budaya Tak Benda dan 2 kesenian daerah yang telah diakui oleh nasional, jadi 10 sertifikat yang telah diakui. Tahun mendatang kita akan gali lagi potensi seni dan budaya yang ada di daerah untuk diajukan kepada Pemerintah Pusat agar aset budaya daerah tidak hilang begitu saja,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, di Jambi, Kamis (5/10).

10 warisan budaya Provinsi Jambi yang diakui di tingkat nasional dan mendapat sertifikat Budaya Tak Benda 2017 itu yakni Tari Elang (seni pertunjukan), Tomboi Sialongki/Tomboi Gambik Rapa (pengetahuan dan kebiasaan mengenai alam dan semesta), Sebilik Sumpah (kemahiran kerajinan tradisional) dan Ambung Orang Rimba (kemahiran kerajinan tradisional).

Kemudian Cawot (kemahiran dan kerajinan tradisional), Obat Ramuan Orang Rimba (pengetahuan dan kebiasaan mengenai alam), Melangun Orang rimba (adat tradisional Orang Rimba), ritus dan perayaan-perayaan, Hompongan (pengetahuan dan kebiasaan perilaku alam dan semesta), Musik Cambang Dano Lamo (seni pertujukan) dan Tari Kodam (seni pertunjukan).

“Banyak sekali warisan budaya yang selama ini terpendam dan sekarang akan kita munculkan lagi ke permukaan dan harus diakui nasional,” katanya.

Menurutnya ke depan Pemerintah Daerah akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memilihara dan mengembangkan budaya, serta mengembangkannya sesuai dengan arahan Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Ujang Hariadi menyebutkan banyak yang bisa diangkat dan diajukan ke Pemerintah Pusat tentang kekayaan budaya yang ada di Provinsi Jambi.

Menurutnya salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerjasama untuk menginventarisasi dan melakukan kajian bersama dengan Pemkab dan Pemkot, sesuai dengan seni dan budaya daerah yang belum terkemuka. “Tujuannya pertama agar dihidupkan kembali, apalagi banyak kuliner khas daerah Jambi yang masih banyak belum ditampilkan,” kata Ujang menambahkan. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: