16 Kilo Sabu dan 748 Butir Ekstasi Diamankan

Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

0
Indonesia Melawan Narkoba. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Jambi – Polda Jambi berhasil mengamankan 16 kilogram sabu dan 748 pil ekstasi. Narkoba bernilai miliaran rupiah ini, disita dari para pelaku narkoba jaringan lintas Provinsi.
Para tersangka yang terlibat dalam kasus sabu-sabu adalah, Bagus Admaja (39), Muzakir (41), David (39), Haris (31), Melly (32) warga aceh, Junaidi (35), Buhari (31), Romi Syaputra (24), Sony Risky (30), Husni (50), Anwar (46), Basyiruddin (39) Zulkifli (45), Supratman (40), Nunu dan Nugraha (33).
Sementara, tersangka dengan barang bukti ekstasi ada empat orang, yakni Wiliam Powa (28) warga Jawa timur, Ishak Ibrahim (33) warga Aceh, Habibi (30) warga Kenali Asam, Kota Jambi dan Firmansyah (45) warga Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Wakapolda Jambi, Kombes Haydar mengatakan, penangkapan puluhan tersangka ini, merupakan hasil dari informasi yang masuk ke Ditres Narkoba Polda Jambi.
“Setelah memastikan A1, anggota langsung turun ke lapangan dan menangkap para tersangka,” ujar Haydar, dalam keterangan persnya di Gedung Polda Jambi, Kamis (7/12/2017).
Haydar tak memungkiri, untuk sabu, Provinsi Jambi memang menjadi tempat perlintasan bandar narkoba antar provinsi. Terbukti dari 16 kg sabu, pihak paling banyak mengamankan pelaku di Jalan Lintas Medan-Jambi.
“Di Jalur ini ada empat tersangka dengan barang bukti 1.014,50 gram sabu,” sebut Haydar.
Kronologis penangkapan ini, sambung Haydar sekitar sekitar pukul 08.00 WIB tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Jambi mendapatkan informasi ada para tersangka membawa narkoba melalui bus Sipirok Nauli yang berangkat dari Medan menuju Jambi. “Mendapat informasi ini langsung dilakukan pengintaian,” ujar Haydar.
Setelah itu, dilakukan razia tepat di depan Polsek Pemayung, saat bus yang sudah diintai melintas langsung dilakukan penyetopan dan dilakukan penggeledahan.
“Awalnya barang bukti tidak kita temui di bagasi bus, tapi  anggota kembali memeriksa tas para penumpang dalam bus. Di situ, kita dapati satu plastik warna hitam berisi sabu dari bawah bangku dua orang penumpang, dua orang penumpang yakni Bagus dan Muzakir mengakui barang mereka, setelah itu dua penumpang langsung dibawa ke Polda Jambi,” kata Haydar.
Haydar menerangkan, tim melakukan pengembangan dari dua orang pelaku yang telah diamankan. Ternyata sabu tersebut dikendalikan salah seorang tersangka narapidana bernama Edi kaca yang saat ini ada di Lapas Klas IIB Kuala Tungkal.
“Dari pengembangan, kita juga mengamankan David dan Afdillah saat menunggu paket narkoba di loket Sipirok Nauli,” ujarnya.
Haydar kembali menceritakan, tim terus melakukan pengembangan, disitu anggota seorang perempuan bernama Melly merupakan istri Edy Kacamata di rumahnya. kelima orang langsung ditetapkan tersangka saat pemeriksaan di Polda Jambi.
Selain itu ada juga 203,61 gram sabu, yang didapat dari Jalur Batam-Jambi. Kasus ini, ada tiga tersangka. “Tiga tersangka yang diamankan mereka Junaidi warga Desa Kulu Kelurahan Kulu Mila, Kabupaten Pidie Provinsi Aceh, Buhari warga Tebo Jambi dan Romi warga Teluk Cempako Tebo Jambi,” sebut Wakapolda.
Jalur ini juga ada tiga orang tersangka lain, yakni Zulkifli, Supratman dan Nunu Nugraha. Tiga orang warga Batam ini diamankan Polda Jambi di Pelabuhan Marina Kabupaten Tanjung Jabung barat dengan barang bukti sabu 3.500 gram.
Ada juga barang bukti sabu yang didapat dari jalur Aceh-Lampung dengan berat 716,55 gram. Kasus ini, melibatkan para tersangka bernama Sony Risky warga Kasang Pudak , penangapan ini di RM Ajo Tonjong Jalan lintas Timur KM 49 Desa Suko Jaya, Sekernan, Muaro Jambi.
Sementara, untuk ratusan butir ekstasi diamankan dari William Powa di Hotel Aston Jambi dengan barang bukti awal sebanyak 122 butir. Awalnya, Tim Opsnal mendapat informasi ada pengiriman paket ekstasi melalui Kantor Pos.
“Tim melakukan penulusuran dan diketahui milik tersangka Powa ini,” jelas Haydar.
Tersangka lain bernama Ishak yang diamankan di Pos PJR Suban Jalan Lintas Jambi – Riau KM  182 Desa. Mahai Kecamatan Pelabuhan Dagang Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Modus operandinya, tersangka Ishak membawa ekstasi sebanyak 600 butir, dia diperintahkan oleh SI yang saat ini masuk DPO kita, untuk diserahkan kepada saudara Andi di Jambi, namun upah 8 juta, namun tersangka hanya dibayar Rp 2 Juta,” ujar Haydar.
Melihat hasil penangkapan ini, Wakapolda menyimpulkan bahwa Provinsi Jambi memang menjadi sasaran empuk para mafia narkoba lintas provinsi. Untuk itu dia perintahkan jajarannya terus perketat pintu masuk Jambi. Pihaknya juga tidak pandang bulu dalam memberantas narkoba. “Para tersangka ini kita kenakan pasal 114 ayat (2) atau pasal (2) UU no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman seumur hidup penjara,” tegas Haydar.(cok/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: