Aceh Heboh! Sajadah Dijadikan Alas Kaki Tamu, Ini Kata LEMKASPA

1
SERUACEH.COM, Banda Aceh – Bagi umat muslim, sajadah biasanya digunakan sebagai alas untuk sholat. Tetapi, di Bireuen Aceh, sajadah malah dijadikan alas kaki untuk menyambut tamu yang notabene adalah tim Akreditasi Rumah Sakit RSUD dr Fauziah Bireuen.

BACA JUGA: Soal Insiden Sajadah, Ini Jawaban Direktur RSUD Bireuen

Informasi didapat, kejadian ini terjadi pada Jumat 15 Desember 2017. Pemakaian sajadah untuk alas kaki tamu, dikecam keras oleh Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan Aceh (LEMKASPA). Lembaga ini mengutuk keras penyalahgunaan sajadah tersebut.
Kepada media, Samsul Bahri, pimpinan Lemkaspa mengatakan, tindakkan itu telah mencoreng dan melukai hati masyarakat Aceh yang menjungjung tinggi nilai-nilai keislaman.
“Coba kita lihat sekarang, apa yang dipertontonkan oleh pihak RSUD dr Fauziah Bireuen, mereka dengan sengaja menggelar sajadah sebagai alas kaki untuk penyambutan tim Akreditas dari pusat,” jelas Samsul Bahri lewat press rilisnya, Sabtu (16/12/2017).
Seharusnya, kata dia, hal ini tidak perlu terjadi. Masih banyak alternatif lain yang bisa digunakan sebagai alas kaki tamu. “Kenapa harus memakai sajadah,” ujar samsul.
Karena itu, ia atas nama Lembaga meminta pihak-pihak terkait untuk memanggil panitia penyambutan dan meminta klarifikasi mengenai hal tersebut. “Ini jelas-jelas memalukan,” kata Samsul, lagi.

BACA JUGA: Kadis Syariat Islam Bireuen Pelajari Kasus Sajadah Jadi Alas Kaki Tamu

Samsul menambahkan, untuk meningkatkan akreditas RSUD dr Fauziah Bireuen, ada bebearapa hal pokok yang harus dibenahi. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sampai pada tingkat kebersihan lingkungan rumah sakit. Selanjut membenahi sistem manajemen operasional rumah sakit yang baik.
Untuk diketahui, tim survei akreditasi rumah sakit dari Kementerian Kesehatan RI, sejak Rabu (13/12/2017) malam sampai Sabtu (16/12/2017) berada di Bireuen. Mereka melakukan penilaian untuk akreditasi RSUD Dr Fauziah Bireuen. Tim beranggotakan tiga orang, yakni dr Firdaus Sai Sohar Sp Rad (K) SpKN, Christina Theresia Sinaga SKp MKep dan drg Ricky Marcello Rasyid MARS.

Terkait penggunaan sajadah, Samsul berharap semua pihak untuk lebih hati-hati dalam memakai sesuatu yang berhubungan dengan atribut agama.

“Jangan kerena ingin rumah sakit mendapat Akreditas A kita kesampingkan hal-hal yang terkait dengan atribut kepercayaan. Mudah-mudahan ini menjadi pengalaman ke depan bagi kita semua dalam menyambut tamu-tamu dari luar yang berkunjung ke Aceh,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak RSUD Dr Fauziah Bireuen.(zak)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: