Ada Peran Wakil Ketua DPRD

0
bimtek dewan
Ilustrasi oknum dewan diduga terlibat korupsi dana bimtek.
Dalam Kasus Korupsi Dana Bimtek
SERUJAMBI.COM, Jambi – Sidang kasus korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kota Jambi periode 2009-2014, kembali digelar pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi kemarin (23/10/2017). Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan pembelaan terdakwa, mencuat nama-nama baru yang turut berperan dalam kasus tersebut. Nama-nama tersebut, disebutkan oleh terdakwa dihadapan majelis hakim.
Dari pantauan Seru Jambi, kedua terdakwa, yaitu Jumisar dan Rosmansyah, hadir di sidang sekitar pukul 12.00 WIB. Kedua terdakwa hadir, dengan didamping tim kuasa hukum dan keluarga. Rosmansyah tampak hadir dengan mengenakan baju berwarna putih, dan celana dasar hitam. Begitu juga dengan tas ransel warna hitam, yang selalu ia bawa setiap kali sidang. Sementara Jumisar, datang dengan menggunakan kemeja bergaris-garis biru dan juga mengenakan celana hitam.

BACA JUGA: Mantan Sekwan Dituntut 6 Tahun

Sidang yang dimulai sejak Pukul 13.00 WIB itu, dibagi menjadi dua sesi. Pada sidang pertama, Rosmansyah yang menjalani sidang pembelaan atas tuntutan kepada dirinya. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Lucas Sahabat Duha dan hakim Anggota Adly serta Amir Aswan. Sementara Jaksa Penuntut Umum dipimpin oleh Rama Tri Ranti.
Dalam sidang tersebut, Rosmansyah mengungkapkan, jika beberapa SPJ palsu yang terdapat tanda tangan dirinya, merupakan SJP yang diberikan Nurikhwan. SPJ tersebut diberikan, dengan menyisipkannya bersama SPJ yang asli.
“Yang saya tanda tanggan itu merupakan modusnya, dengan menyelipkan SPJ yang benar dan saya  tandangan  yang benar,” ungkap Rosmansayah dalam persidangan
Rosmansyah, juga mengungkapkan, dalam kasus bimtek fiktif ini, ada orang-orang yang mengatur skenarionya. Beberapa orang tersebut, merupakan orang penting dalam jajaran dewan. Mereka juga turut memainkan dana bimtek fiktif tersebut. Salah satu orang tersebut, merupakan wakil ketua DPRD Kota kala itu.
“Adanya campur  tangan kuat yaitu  wakil ketua DPRD, Sartono, Herman, dan Fauzi,” katanya di depan majelis hakim
Ditemui di luar sidang, Rosmansyah menjelaskan, kalau ketiga orang tersebut berperan mengkondisikan, agar pencairan dana Bimtek fiktif dapat berjalan lancar. Merekalah yang mengatur skenario bimtek fiktif. Dimana, wakil ketua DPRD-lah yang menentukan tempat Bimtek, lalu pembuatan MoU, hingga pencairan. Seluruh kegiatan Bimtek, merekalah yang mengaturnya.

BACA JUGA: Diduga Mengalir ke Zainal Abidin

Rosmansyah juga meminta, kepada anggota dewan yang menerima uang tersebut, untuk dapat mengembalikan uang yang diterimanya. Rosmansyah mencontohkan pada kasus yang sama di DPRD Bojonegoro, semua anggota dewan yang terlibat, mengembalikannya.
“Membandingkan dengan kasus bimtek 20014 di Bojonegoro, anggota dewan mengembalikan ke kejaksaan,” terangnya.
Sementara itu pada sidang sesi kedua, Jumisar juga membacakan pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam pembelaan yang dilakukan Jumisar di depan majelsi hakim, ia mengatakan, jika dari semua alat bukti yang disampaikan di muka persidangan, tidak terdapat satupun yang mengarah kepada dirinya, untuk mempertanggungjawabkannya.
“Dari alat bukti yang disampaikan di muka persidangan, tidak terdapat satupun yang menyebutkan secara sah, bahwa saya dapat dimintai pertanggungjawabannya terhadap apa yang di dakwakan,” ungkapnya
Jumisar mengatakan, kalau pelaksanaan bimtek tersebut, di tentukan oleh anggota DPRD sendiri. Seluruh kegiatan Bimtek, mulai dari tempat, waktu dan pelaksanaannya, ditentukan dan diputuskan oleh DPRD.
Senada dengan Rosmansyah, Jumisar juga menyebutkan, kalau SPJ fiktif tersebut, dibuat oleh Nurikhwan. Hal itu ia lakukan, guna menutupi kekurangan keuangan di bendahara dewan.
“Ia sendiri yang membuat SPJ, untuk menutupi ketekoran kas bendahara di sekeretaris DPRD. Dengan cara, memalsukan SPJ Staf Sekertaris seolah-olah memang benar  terjadi kegiatan bimtek oleh staf sekertaris DPRD, tanda tanggan dan stempelnya dilakukan di bandara Soekarno Hatta di Jakarta dan ditempat lainnya,” ungkapnya.
Dalam sidang tersebut, tim kuasa hukum meminta kepada hakim, agar dapat memberi keringan kepada kedua terdakwa tersebut. Dia menilai selama proses persidangan kedua terdakwa tersebut kooperatif kepada jaksa maupun hakim.
Sementara Hakim Ketua, Lucas Sahabat Duha, mengatakan, sidang akan dilanjutkan hari ini, dengan mendengarkan tanggapan jaksa atas pembelaan terdakwa. “Sidang dilanjutkan besok, dengan pembacacan kesimpulan jaksa,” kata hakim.(yj02/iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: