Akademisi Sesalkan Polisi Terlibat Pembuatan SIM Palsu

0
Ilustrasi SIM palsu. Foto: Istimewa
SERUMEDAN.COM, Medan – Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Syafruddin Kalo SH menyesalkan oknum polisi berpangkat Bripka RF terlibat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu.

“Apa yang dilakukan oknum penegak hukum itu, merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan harus diberikan tindakan tegas,” kata Syafruddin, di Medan, Jumat (29/9).

Menurut dia, oknum polisi berbuat nekad membekingi kegiatan pembuatan SIM ilegal itu, merupakan pelanggaran disiplin cukup berat, dan bisa saja Bripka RF terancam dipecat.

“Sebab dalam pemalsuan SIM tersebut, Bripka RF berperan aktif ikut melindungi praktik yang dilarang pemerintah itu, dan melanggar hukum,” ujar Syafruddin.

Ia menyebutkan seharusnya oknum anggota Polri bertugas di bagian Yanma Polda Sumut turut bertanggung jawas menangkap pelaku pemalsuan SIM tersebut.

Bukan sebaliknya, justru membiarkan warga masyarakat melakukan perbuatan tindak pidana dengan cara mengawasi pembuatan SIM “abal-abal (tidak jelas), katanya.

“Warga masyarakat, banyak mengalami kerugian yang cukup besar karena membeli SIM palsu dan tidak dapat digunakan,” ucapnya.

Syafruddin berharap kepada Polda Sumut yang menggerebek rumah tempat pembuatan SIM palsu di Helvetia Medan, terus melakukan pengembangan terhadap anggota polisi yang terlibat.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa orang dianggap bertanggung jawab, dalam pembuatan SIM “bodong” yang telah menipu warga Medan dan masyarakat lainnya di Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu, Polda Sumut juga harus membongkar habis sindikat atau jaringan pembuatan SIM palsu kemungkinan beroperasi di daerah kabupaten/kota.

“Pelaku pembuatan SIM palsu itu, harus dijatuhi hukuman berat sehingga dapat membuat efek jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum tersebut,” kata Guru Besar Fakultas Hukum USU itu.

Sebelumnya, Polda Sumut menggerebek sebuah rumah tempat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, Helvetia Medan, dan menyita jutaan lembar SIM palsu.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah alat untuk pencetakan SIM, komputer, alat scanning, serta alat laminating.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan tiga pelaku diduga berperan pembuatanSIM palsu dan pencari pembeli.Ketiga pelaku itu, berinisial HR, IR dan RF.

RF merupakan salah seorang oknum polisi berpangkat Bripka, bertugas di bagian Yanma Polda Sumut diduga berperan membekingi operasi pembuatan SIM palsu tersebut.

“Seorang berinisial H, sudah kami tetapkan sebagai DPO.Tersangka H merupakan ahlinya dalam pembuatan SIM palsu,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah, di Medan, Kamis (28/9) malam.

Ia menjelaskan selama empat bulan ini, ketiga pelaku sudah menerbitkan 70 lembar SIM palsu dan dijual ke masyarakat dengan tarif mahal.Harga selembar SIM C senilai Rp450 ribu, SIM A Rp500 ribu dan SIM B Rp650 ribu. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: