Aktivis Jambi Kritisi Seminar Kebangsaan di Bali

0
Aktivis Jambi Kritisi Seminar Kebangsaan di Bali
SERUJAMBI.COM – Seminar kebangsaan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Bali, 25-26 September 2017, menuai kritikan. Kritisan datang dari Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Jambi, M Sidik.
Kepada Seru Jambi, Selasa (26/9/2017), Sidik menilai, isu yang diangkat seminar itu sudah basi. Tidak relevan lagi dengan keadaan sekarang. “Tema yang diangkat dalam acara tersebut, mengenai benturan dan kaitan Islam dengan Pancasila, Islam dan ISIS. Lalu, Pancasila dan ISIS serta beberapa bentuk radikalisme lain,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah sudah terlalu jauh masuk ke wilayah akademik kampus. Apalagi seminar kemarin nara sumbernya kebanyakan dari kementrian atau perpanjangan tangan pemerintah.  “Campur tangan dari pemerintah sangat banyak,” terangnya.
KAMMI di seluruh Indonesia, kata Sidik, kini mulai wanti-wanti membuat gerakan yang berbau Islam. Sebab, pemerintah seakan sudah membuat batasan yang tegas terhadap kegiatan-kegiatan ke-Islaman di Kampus.
“Pembangku kebijakan di kampus, seperti rektorat dan dekan, seakan diwanti-wanti terkait kegiatan mahasiswa di bidang ke-Islaman,” tuturnya.
Untuk diketahui, seminar di Bali itu, dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Menteri Agama Drs H Lukman Hakim Saifuddin. Dari Provinsi Jambi, ada 21 perwakilan perguruan tinggi. Salah satunya yang berangkat ialah Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu (STIKES HI), H Subakir.
Subakir yang dihubungi melalui telepon, menerangkan. seminar kebangsaan diinisiasi perguruan-perguruan tinggi se-Indonesia. “Terkait tema, Subakir menjelaskan, maksudnya itu supaya jangan sampai paham-paham radikal masuk ke kampus, jangan sampai kampus menjadi tempat berkembang dan munculnya paham radikal dan anti toleransi,” lanjutnya.(ara)
Loading Facebook Comments ...
loading...