Aktivitas di Pasar Modern Pelompek Dipending, Sampah Menggunung

0
Pasar Modern yang terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh
Pasar Modern yang terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh. Foto: Antoni Rozi
SERUJAMBI.COM, Kerinci – Dalam waktu Dekat, Pasar Modern yang terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, akan segera diaktifkan. Namun saat ini, pelaksanaan awal menjadi berat, akibat dari penumpukan sampah yang menggunung di lokasi pasar tersebut.
Kondisi itu, memaksa pihak Dinas Koperasi dan Perdagangan Kerinci terlebih dahulu harus membersihkan lahan pasar Pelompek tersebut. Alat beratpun diturunkan, untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.
Kepala Diskoperindag Kerinci, Rahminuddin, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Maya Novefri, membenarkan adanya tumpukan sampah di pasar tradisional tersebut. Kondisi yang demikian mengakibatkan kondisi pasar menjadi kumuh, disertai dengan bau yang tidak mengenakkan. Alhasil, aktivitas pasar menjadi ikut terganggu.
“Selain sampah berserakan, baunya juga tidak enak. Makanya kita ambil alternatif untuk membersihkannya sendiri,” ungkapnya.
Dikatakannya, seharusnya semua pihak bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, terutama Dinas Lingkungan Hidup Kerinci. Dalam hal upaya menjaga kebersihan dari lokasi pasar yang ada di Kabupaten Kerinci, termasuk pasar desa Pelompek. Pasalnya, kebersihan pasar akan sangat berpengaruh pada aktivitas pasar. “Seharusnya kita bekerjasama, jika pasar bersih secara otomatis maka aktivitas jual beli menjadi lancar,” katanya.
Disampaikannya, pasar Pelompek merupakan pasar tradisional yang cukup lama beraktivitas, bahkan menjadi salah satu pasar yang belum direhab oleh Pemkab Kerinci. Namun yang jelas pihaknya, berencana akan membangun saluran pembuangan air di lokasi pasar tersebut. “Kita berencana membuat saluran pembuangan di pasar itu, dengan anggaran DAU nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas LH Kerinci, Gazdinul Gazam, mengakui, permasalahan sampah meski terlihat sepele namun sangat diantisipasi. Kondisi ini dikarenakan, kekurangan fasilitas operasional dan tenaga kebersihan yang dimiliki pihaknya. Sehingga, lokasi yang jauh tidak bisa diantisipasi oleh pihaknya.
“Orang kita sedikit, ditambah lagi armada sampai kita sedikit. Selama ini kita mengurus masalah sampah dipasar di Kerinci, itupun tidak terealisasi dengan maksimal. Apalagi sampai ke desa di Kerinci,” terangnya.(rzi/clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: