Akui Tanah Desa, Warga Duduki Kebun PT KDA

0
Warga menduduki kebun sawit yang sebelumnya dikelola PT KDA.
Warga menduduki kebun sawit yang sebelumnya dikelola PT KDA.
SERUJAMBI.COM, Sarolangun – Ratusan warga bersama Kepala Desa Lidung dan Lembaga Adat Desa Lidung, Perangkat Desa dan pemuda serta anggota BPD, kembali mendatangi Kebun KKPA milik warga desa, Minggu (17/12/2017). Sebelumnya, kebun itu dikelola oleh PT KDA dan Koperasi Tiga Serumpun.
Kedatangan kali ini bertujuan memasang spanduk pemberitahuan bahwa lahan yang menjadi sengketa, sudah kembali ke desa dan pengelolaannya juga diatur oleh Desa.
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lidung didampingi oleh perangkat desa dan warga lainnya, Herman, kepala Desa Lindung, Senin (18/12/2017), mengatakan, mulai saat ini kegiatan warga yang melakukan pemanenan di Kebun KKPA Desa Lidung, semuanya kembali kepada pemerintah desa yang mengatur.
Alasannya, Desa Lidung sudah menyatakan keluar dari Koperasi Tiga Serumpun, dan akan mengelola sendiri kebun tersebut melalui pemerintah desa. “Jadi teknis panen dan pembagiannya kita kelola sendiri,” ujarnya.
Menurut Herman, dengan telah terpasangnya pemberitahuan ini, diminta kepada seluruh warga Desa Lidung untuk menjaga dan merawat bersama-sama kebun yang selama ini dikelola oleh PT KDA dan pengurus Koperasi Tiga Serumpun.
Pengelolaan yang dilakukan oleh Koperasi Tiga Serumpun tidak pernah transparan, sehingga laporan yang ada selalu merugikan warga Desa. “Kami minta kepada pihak PT KDA dan Koperasi tidak lagi mengganggu Lahan Desa Lidung serta mengintimidasi dengan cara premanisme dan kriminalisasi kepada warga yang melakukan kegiatan di lahan. Kalau hal ini masih dilakukan, kami bersama masyarakat akan melakukan perlawanan,” tandas herman.
Sementara itu, Sarfen, seorang warga yang dimintai pendapat mengenai hal ini mengaku bersukur. “Kalau kita yang mengolah sendiri, banyak dapat hasilnya. Yang penting transparan pengurusnya,” ujar Sarfen sambil menimbang buah sawit.
Sampai berita ini diturunkan, PT KDA dan Koperasi Tiga Serumpun tidak ada yang bisa dimintai keterangan. Nomor kontak yang ada ketika dihubungi tidak ada yang aktif.(uis)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: