Anak Sering Tidur Ngorok, IQ Bisa Jongkok?

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa

SERUJAMBI.COM, Jambi – Anda punya anak yang sering mengorok saat tidur? Fakta menunjukkan satu dari sepuluh anak cenderung mengorok di sela tidurnya. Ini terutama terjadi pada anak-anak usia 3 tahun atau lebih saat mereka tertidur sangat lelap.

Tak perlu khawatir, asalkan tidak berlangsung terus menerus, sebagian besar kasus mengorok pada anak tergolong normal. Umumnya kondisi ini juga tidak menimbulkan gangguan pada tumbuh kembang anak.

Namun, pada kondisi tertentu, mengoroknya anak perlu mendapat perhatian lebih karena dapat memengaruhi IQ. Mengorok seperti apa yang perlu diwaspadai?

Bisa Jadi karena OSAS

Walaupun sebagian besar kasus mengorok pada anak tergolong normal, 1–3% di antaranya ternyata patut mendapat perhatian lebih. Salah satu gangguan yang mungkin bersembunyi di baliknya adalah obstructive sleep apnea syndrome (OSAS).

Normalnya, otot-otot di saluran napas menjadi lebih rileks saat tidur. Namun, pada kasus OSAS, otot-otot ini menjadi terlalu rileks dan menyempit sehingga menimbulkan sumbatan aliran udara yang masuk dan keluar selama beberapa detik hingga menit.

Akibatnya, anak penderita OSAS kesulitan bernapas saat serangan ini terjadi di tengah tidurnya. Anak menjadi sering terbangun pada malam hari, sesak napas, berkeringat, dan tentunya hal ini memengaruhi kualitas tidurnya.

Tanda-Tanda OSAS pada Anak

Satu tanda yang menjadi ciri khas OSAS adalah seringnya anak terbangun pada malam hari setelah mengorok kencang dan mengalami sesak napas hingga sulit untuk kembali tidur. Keadaan ini berlangsung berulang-ulang dan dialami hampir setiap malam.

Lambat laun, kesegaran anak pada pagi hari akan kena imbasnya. Dalam keseharian, anak penderita OSAS dapat menunjukkan tanda-tanda berikut ini:

  • Memiliki masalah konsentrasi di sekolah
  • Sering mengantuk pada siang hari
  • Cenderung agresif
  • Mengeluh sakit kepala, terutama pada pagi hari
  • Bicara dengan suara sumbang dan kerap bernapas melalui mulut

OSAS pada anak perlu mendapat perhatian serius. Selain dapat mengganggu kualitas tidur dan keseharian anak pada pagi hari, juga terbukti dapat memengaruhi IQ.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan melalui American College of Chest Physicians menunjukkan, anak-anak yang sering mengorok dengan suara kencang berisiko dua kali lipat mengalami gangguan belajar di sekolah.

Untuk itu, bila anak anda sering ngorok, apalagi jika terdapat gangguan pada kesehariannya, ada baiknya untuk mendiskusikan ini pada dokter. Dengan pengobatan yang tepat dan sedini mungkin, keluhan mengorok pada anak akan bisa segera tertangani sehingga tumbuh kembang anak tetap optimal.(mui)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: