“Makcik (Tante) di dalam Kamar, Masuklah…”: Paman Cabuli Ponakan

1
Pelaku pencabulan terhadap ponakan saat diamankan polisi.

SERUJAMBI.COM, BANGKO – S (22) bisa dikategorikan paman bejat. Pria ini nekat mencabuli ponakan istrinya, sebut saja Bunga, di kediamannya, kawasan Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Kota Bangko, Merangin, Jumat 14 Juli 2017 lalu.

Keterangan Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro melalui Kasat Reskrim AKP Al Hajad, saat diinterogasi, pelaku S mengakui perbuatan cabul itu. “Pelaku kita tangkap di rumahnya,” ungkap Al Hajad kepada Serujambi.com, kemarin (15/7).

Masih dari penuturan Kasatreskrim, perbuatan S itu bermula saat mertuanya dirawat di RS DKT Bangko, Jumat (14/7). Ketika itu, Bunga datang dengan maksud ingin menjenguk neneknya yang sakit itu. Setiba di rumah sakit, Bunga berjumpa pamannya, S.

Ketika itu S membuat rencana jahat. Ia beralasan bahwa istrinya, yang notabene adalah tante dari Bunga, meminta Bunga datang ke rumahnya. Bunga si gadis yang penurut mengikuti anjuran pamannya itu.

Tanpa curiga, akhirnya Bunga berangkat bersama S. Setiba di rumah, pelaku menggiring korban masuk. Di dalam, Bunga sempat bingung karena tidak melihat Makcik (tante)-nya. Lalu Bunga bertanya kepada S. “Mana Makcik?” tutur Hajad mengulang perkataan korban.

S menjawab. “Makcik di dalam kamar, masuklah,” Hajad mengulang perkataan pelaku.

Lagi-lagi tanpa curiga, S masuk ke dalam kamar. Tanpa ia sadari, S mengikuti dari belakang. Begitu keduanya sudah berada di dalam kamar, S menutup pintu lalu mengunci pintu kamar.

Saat itu lah S membekap mulut Bunga. Bunga kaget dan berusaha berontak. Tetapi S makin ganas. Ia berusaha membuka paksa baju yang dikenakan korban. Tetapi Bunga terus melawan hingga akhirnya korban malang itu bisa berteriak kencang. Namun karena rumah sedang sepi, teriakan Bunga hilang ditelan angin.

Bunga yang kelelahan akhirnya tak berdaya ketika S menindih tubuhnya lalu memperkosanya. Ponakan malang itu hanya bisa menangis ketika S selesai melampiaskan nafsu bejatnya.

Usai berbuat cabul, S mengajak korban kembali ke RS DKT. Lagi-lagi korban hanya bisa menurut dengan kepala tertunduk.

Karena tak kuasa menahan malu, akhirnya korban menceritakan kejadian tersebut ke istri pelaku, istri pelaku langsung murka. Berikutnya korban dan orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mako Polres Merangin.

Begitu menerima laporan korban, anggota Reskrim Polres Merangin bergerak cepat. Tak berapa lama, pelaku berhasil diciduk dari tempat kejadian perkara (TKP) tanpa ada perlawanan. Ketika diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatan yang sudah dilakukannya terhadap Bunga.

Karena perbuatan itu, pelaku bakal dijerat undang–undang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 pasal 81 dan 82.
“Ancaman hukumannya jelas, dengan pidana di atas 15 tahun penjara,” tutupnya.(jin)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: