BNI Palembang Mengoptimalkan Program Laku Pandai

0
Program laku pandai. (ist)
SERUPALEMBANG.COM, Palembang – Perseroan Terbatas Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Palembang mengoptimalkan program laku pandai dengan merekrut agen-agen baru untuk meningkatkan penetrasi layanan perbankan di masyarakat.

Pemimpin Konsumer Banking BNI Kantor Wilayah Palembang AA Gede Putra di Palembang, Minggu, mengatakan, para agen ini merupakan mitra kerja perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen yang ada di remote area (perdesaan).

“Jumlah Agen 46 di enam provinsi (Sumsel, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung) saat ini telah mencapai 2.517 agen atau telah melampaui target tahun ini 1.170 agen,” kata dia, Minggu (29/10).

Ia mengatakan hanya saja dari total 2.517 agen ini hanya 1.323 agen yang aktif bertransaksi dengan volume 89.382 transaksi Rp72,4 miliar.

Sementara, secara nasional, agen 46 terus menunjukkan pertumbuhan dua kali lipat yakni dari 30.860 agen pada 2016 menjadi 65.118 agen per Oktober 2018.

“Masih perlu banyak edukasi ke para agen agar dapat lebih maksimal dalam meningkatkan transaksi sehingga akan memberikan tambahan penghasilan khususnya bagi si agen sendiri,” kata dia.Otoritas Jasa Keuangan menargetkan sebanyak satu juta agen laku pandai pada 2020 untuk memperluas akses masyarakat pada Industri Keuangan Non Bank.

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Regional Sumatera Selatan Sabil mengatakan kehadiran layanan bank tanpa kantor melalui jasa agen ini diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan masyarakat di daerah.

“Bank tanpa kantor dengan memanfaatkan agen sebagai perpanjangan tangan perbankan penting untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pelosok,” kata dia.

Ia mengatakan saat ini terdapat 300.000 agen yang tersebar di Tanah Air, untuk itu OJK memiliki program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) untuk penyediaan layanan perbankan dengan didukung teknologi informasi.

Berdasarkan hasil survei indeks literasi dan inklusi keuangan tahun 2016, diketahui indeks literasi dan inklusi keuangan Sumsel meningkat, yaitu indeks literasi keuangan 31,64 persen dan indeks inklusi keuangan 73,09 persen dari sebelumnya tahun 2013 sebesar 23,25 persen dan 66,75 persen.

“Indeks ini telah melampaui indeks tingkat nasional yang masing-masing sebesar 29,7 persen dan 67,8 persen,” kata dia. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: