BTN Tantang Dewan

0
BTN
Suasana hearing di Komisi II DPRD Kota Jambi
SERUJAMBI.COM, Jambi – Bank Tabungan Negara (BTN) seolang menantang para wakil rakyat yang ada di DPRD Kota Jambi. Buktinya, BTN berani mangkir dari panggilan Dengar pendapat (hearing) yang digelar Komisi I dan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi.
Hearing lintas komisi itu digelar untuk menindaklanjuti keluhan warga Perumahan Garuda III di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo yang mengeluhkan belum keluarnya sertifikat tanah mereka, meski sudah lama lunas.
Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, Sony Zainul, mengatakan bahwa hearing itu diagendakan untuk mendengar tanggapan dari pihak BTN yang sebelumnya berjanji akan menyelesaikan permasalahan tersebut dalam satu minggu. “Pada hearing pertama kemarin BTN berjanji menyelesaikan permasalahan sertifikat perumahan Garuda itu dalam waktu satu minggu, dan ini sudah satu minggu,” kata Sony, Kamis (19/10/2017).
Namun demikian, hingga siang kemarin, pihak BTN tidak juga hadir. Kuasa hukum dan pihak BTN ketika dihubungi via handphone Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi juga me reject panggilan telpon itu. “Kita sudah konfirmasi, baik melalui surat resmi maupun via telepon, namun belum tidak ada tanggapan. Sepertinya mengelak,” ungkap Zony Zainul dihadapan warga Perumahan Garuda III dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi yang hadir dalam hearing kemarin.
Namun, kata Sony, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan warga tersebut. Dan kembali akan menjadwalkan pertemuan ketiga pada Senin (23/10) depan. DPRD Kota Jambi juga mengancam akan mensomasi pihak BTN, jika pada undangan hearing selanjutnya tidak juga diindahkan pihak BTN.
“Akan kita usut sampai tuntas untuk masalah ini. Kalau mengelak pada pertemuan ketiga, kita somasi BTN melalui tembusan Walikota dan Gubernur sekalipun. Agar BTN itu tau,” tegas Sony.
Sementara,  Jasmin, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jambi mengaku sudah ditemui pihak BTN dengan membawa sertifikat induk tanah dan daftar nama yang berada di Perumahan Garuda III tersebut. “Senin kemarin ada dua orang menemui saya dari BTN. Dia bawa sertifikat dan ada 48 nama yang mau dipecahkan sertifikatnya,” aku Jasmin.
Dalam pertemuan itu, Kata Jasmin, pihaknya memberikan saran ke BTN untuk melakukan inventarisasi daftar nama dan juga masterplannya.
“Mereka berjanji akan menyelesaikan secepatnya. Hingga saat ini belum kita terima kelanjutan pendafatarannya,” pungkas Jasmin.(clp/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: