BWSS VI Lamban, Bupati Berang

0
bupati batanghari marahi bwss vi
Bupati Batanghari Syahirsah (kanan), saat memeriksa salah satu pintu air.
SERUJAMBI.COM, Muarabulian – Lamban kinerja Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI mendapat sorotan tajam dari Bupati Batanghari, Syahirsyah Sy. Bupati kesal, karena BWSS belum jua melakukan tindakan, terkait antisipasi banjir. Pihak BWSS malah sibuk mengajak rapat bukannya melakukan tindakan.
Kekesalan Bupati Batanghari itu, ia sampaikan ketika melakukan peninjauan beberapa titik lokasi banjir. Bupati menilai, sejauh ini BWSS tidak melakukan tindakan sama sekali. Padahal, beberapa wilayah di Kabupaten Batanghari, sudah terancam terendam banjir.
Dikatakan Syahirsyah, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BWSS terkait banjir ini. Tapi, bukannya melakukan tindakan, pihak BWSS justru sibuk mengajak rapat atau bicara. Padahal, saat ini yang dibutuhkan masyarakat kabupaten Batanghari adalah tindakan penanggulangan. Seperti misalnya perbaikan pintu air.
“Ini tidak ada upaya sama sekali dari pihak Balai Sungai. Padahal kita sudah menghubungi dua hari yang lalu. Tapi belum juga ada tindakan,” katanya.
Bupati mengungkapkan, dirinya sangat menyayangkan masalah pintu air yang tidak berfungsi secara maksimal. Tidak bekerjanya pintu air ini, merupakan salah satu penyebab banjir yang terjadi saat ini. Dimana perbadaan debit air yang berada di down stream, lebih tinggi dari pada up strem pintu air. Sehingga menyebabkan pemukiman warga yang berada disekitaran pintu air jembatan gantung sudah terendam lebih dari 50 cm.
Bupati khawatir, bila dalam satu atau dua hari ini turun hujan, maka akan membuat banjir semakin dalam. Bupati juga mengkhawtirkan pintu air tesebut akan dijebol warga.
“Kalau air semakin tinggi warga ngamuk dan melakukan penjebolan terhadap pintu air.Jangan salahkan warga bila menjebol pintu air tersebut,” tegas Syahirsyah.
Untuk itu bupati meminta, agar pihak BWSS dalam beberapa hari ini, segera melakukan tindakan cepat. BWSS harus segera melakukan tindakan untuk memperbaiki pintu air tersebut.
“Saya meminta Balai Sungai untuk secepatnya melakukan perbaikan pintu air tersebut.Jangan lagi mau melakukan pembicaraan, tindakan yang harus dilakukan. Bila ada sesuatu yang tidak diinginkan, saya tidak bertanggung jawab,” tegas bupati.
Sementara itu, penjaga pintu air, yang kerap disapa Pak De, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pintu air tersebut sudah tidak berfungsi dari tahun 2012 yang lalu. Dirinya pun sudah mengeluhkan masalah ini sejak lama. Namun belum jua ada perbaikan. Dirinya hanya mendapat kabar, jika pimpinannya di Jambi, akan memperbaiki pintu air tersebut tahun depan.
“Pintu air ini memang tidak berfungsi secara maksimal sejak 5 tahun yang lalu. Kabarnya dari bos di Jambi tahun 2018 besok pintu air ini mau diperbaiki,” ungkapnya.(riz/iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...