Cagar Alam Pararawen Dikenalkan ke Pelajar

0
Primata yang terdapat di cagar alam pararawen. (ist/serujambi)
SERUNESIA.COM, Muara Teweh РKantor Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah melalui tim penyuluh Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi melakukan pengenalan Kawasan Cagar Alam Pararawen ke sekolah-sekolah di desa sekitar.

Pengenalan kawasan CA Pararawen sekaligus flora dan fauna yang dilindungi kepada murid sekolah dasar di sekolah yang berada di sekitar wilayah cagar alam tersebut, kata Kepala Resort Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Cagar Alam Pararawen, Udjet Syaipullah di Muara Teweh, Jumat (27/10).

Menurut Udjet, kegiatan program penyuluhan ke sekolah-sekolah yang berada di desa sekitar kawasan CA Pararawen ini selain mengenalkan wilayah itu ke murid SD juga para gurunya yang dilakukan dalam sebulan bisa dua sampai tiga kali di sekolah yang berbeda.

Kawasan CA Pararawen seluas 5.855 hektare terbagi dua yakni Pararawen I seluas 2.015 hektare dan Pararawen II mencapai 3.840 hektare terletak di Dusun Pararawen Desa Lemo II dan Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah.

“Tim dari kami melakukan perkenalan kepada murid dan guru terkait tumbuhan dan satwa liar yand dilindungi yang ada di dalam CA Pararawen,” ujar Udjet.

Kawasan tersebut merupakan perwakilan hutan hujan tropika pegunungan yang didominasi oleh Dipterocarpaceae dan sebagai habitat fauna penting.

Selain bekantan satwa yang dilindungi lainnya di CA tersebut diantaranya kancil (Tragulus javanicus), beruang madu (Helarctus malayanus), dan owa-owa (Hylobates muelleri). Satwa dilindungi lainnya, kijang (Muntiacus muntjak), bangkui (Presbytis rubicunda), ayam hutan (Galus galus), serta burung rangkong (Buceros sp).

CA Pararawen I dan II dimanfaatkan masyarakat lokal sebagai sumber air bersih dan telah pula dimanfaatkan untuk kepentingan wisata alam karena panorama alamnya yang indah. Nama flora terdapat di wilayah ini antara lain meranti (Shorea sp), geronggang (Cratoxylon arborescens).

Selanjutnya tembesu (Fagreacsororea sp), palawan (Tristania obovata), laban (Vitex pubescens), ulin (Eusideroxylon zwageri), serta madang batu (Litsea sp). (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...