Data PBB dan BPHTB

0
Ilustrasi Pendapatan Anggaran Daerah. Foto: Istimewa
Sarolangun Tak Uptodate
SERUJAMBI.COM, Sarolangun – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sarolangun khususnya dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) dan bea perolahan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sudah semestinya didata ulang, sebab data yang digunakan sekarang dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi yang ada saat ini.
Kabid PBB dan BPHTB Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Derah (BPPRD) Kabupaten Sarolangun, Sulaiman, memaparkan, salah satu kendala untuk meningkatkan target pendapatan pajak dari subsektor PBB dan BPHTB dikarenakan data yang jadi acuan merupakan data usang.
“Data yang jadi pegangan kita saat ini merupakan hasil pendataan tahun 2008, sebaiknya data tersebut diperbaharui lima tahun sekali,” Kata Sulaiman, Minggu(08/10/2017).
Dikatakan Sulaiman, jika data diperbaharui, maka dipastikan target dan capaian bisa meningkat signigikan.
“Andai tahun ini kita sudah melakukan pendataan ulang, maka tahun depan hasilnya sudah bisa meningkat. Misalkan Wajib Pajak (WP) yang tahun ini dikenakan pajak sepuluh ribu rupiah, bisa saja tahun depan jadi lima belas ribu rupiah atau dua puluh ribu rupiah, disesuaikan kondisi yang ada,” ujarnya.
Namun, untuk melakukan pendataan ulang, kata Sulaiman, pihaknya butuh tambahan anggaran. Sebab, jumlah objek pajak di Sarolangun tercatat sebanyak 61 ribu dari Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). “Kita sudah ajukan tambahan anggaran untuk itu, tapi belum disetujui,” ujarnya.
Terkait ini, salah satu anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, Supratman, ketika dimintai tanggapanya, mengaku sangat mendukung jika memang dilakukan pendataang ulang objek pajak (OP) dan WP PBB dan BPTHB, karena endingnya bisa meningkatkan PAD Sarolangun.
“Jika memang itu sudah seharusnya dilakukan mengapa tidak kita dukung. OPD terkait silahkan mengajukan anggaran yang dibutuhkan, kuncinya yang penting lolos dari panggar eskekutif, dengan demikian nanti akan sampai ke kita baru kemudian bisa dibahas di dewan,”tukasnya. (uis/clp)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: