Di Jambi Belum Ditemukan Obat PCC

0
Pil Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol (PCC). Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, JAMBI – Kasus beredarnya obat Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) di Kendari, hingga membuat puluhan pelajar harus dirawat di rumah sakit jiwa, dan satu orang meninggal dunia. Membut warga Indonesia heboh. Sehingga pemerintah dan kepolisian berperan aktif mencari dan memusnahkan obat PCC. Untungnya, di Jambi obat itu belum ditemukan.
Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto saat dikonfirmasi mengatakan, obat PCC atau disebut Karisoprodol telah dibatalkan izin edarnya oleh BPOM sejak tahun 2013. Namun dengan adanya laporan obat PCC masih beredar, membuat Polda Jambi mengambil sikap tegas agar memberantas obat yang dilarang hukum tersebut.
“Kita pernah mencari tahu di beberapa titik jual obat (apotik, red) namun tidak ditemukan. Namun kita selalu mengawal penjualan obat itu,” sebut Kapolda kepada Seru Jambi, Selasa (19/9/2017).
Tak hanya itu, obat PCC, kata Kapolda, positif mengandung Karisoprodol. Ia berharap mahasiswa dan siswa yang ada di Provinsi Jambi jangan pernah mengkonsumsi obat itu.
Selain itu, untuk menghindari penyalahgunaan obat maupun peredaran obat ilegal, Kapolda menuturkan perlu peran aktif seluruh komponen bangsa baik instansi pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat. BPOM bersama Kepolisian dan BNN serta instansi terkait lainnya sepakat untuk  memberantas obat ilegal.
“Jangan sampai terkecoh. Pintu masuk Jambi lebih banyak terbuka, jadi diperkuat dan dijaga ketat agar jangan sampai masuk obat-obatan ilegal khususnya di Provinsi Jambi,” tegasnya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Polda Jambi telah bekerja sama menelusuri peredaran obat berbahaya itu. BPOM bahkan berperan aktif memberikan bantuan ahli serta uji laboratorium dalam penanganan kasus tersebut.
Sementara itu, Polda juga tengah menelusuri kasus ini lebih lanjut dan melakukan investigasi apakah ada produk lain yang dikonsumsi oleh korban. Hasil uji laboratorium terhadap tablet PCC menunjukkan positif mengandung Karisoprodol yang digolongkan sebagai obat keras.
“Kami tidak menemukan obat PCC di sarana yang kami tinjau. Hanya menemukan obat yang dikemas ulang yang berisi beberapa jenis obat di satu kemasan polos tanpa label/etiket,” kata Ujang, dari BPOM Jambi kepada wartawan.
Ia menghimbau selalu waspada dan hati-hati. Jika di lingkungan sekitar melihat dan mendapati obat yang diduga PCC, diharap segera melaporkan ke Polda Jambi, polisi, BNN maupun Dinas Kesehatan setempat. (cok)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: