Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Sengkati Disidang

0
Sidang tipikor kades dan bendahara Desa Sengkati, Mersam, Batanghari.
Kerugian Negara Rp 90 Juta
SERUJAMBI.COM, Jambi – Hati-hati menggunakan dana desa. Buktinya, Kepala Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Herman, kini duduk di kursi terdakwa karena dugaan korupsi pembangunan drainase di desanya. Ia dan bendahara desa, Habibi, sedang disidang di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jambi.
Selasa (19/9/2017), jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua saksi ahli dalam persidangan dugaan korupsi pembangunan drainase Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, tahun anggaran 2016.
Persidangan yang dipimpin Hakim Lucas Sahabat Duha dan Jaksa Penuntut Umum F Rozi itu, menghadirkan Eli Sundarti Akademisi dan Yusraini dari Inspektorat Kabupaten Batanghari.
Pantauan Seru Jambi, sidang yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 12.20 WIB itu, saksi diminta memberikan keterangan terkait pemberian jeratan pasal dan penjelasan penggunaan anggaran tesebut.
Para saksi ditanya seputar pengetahuannya tentang pasal penggunaan anggaran untuk pembangunan drainase dan keruguian yang diakibatkan korupsi dana APBN Sebesar Rp 90 juta tersebut.
Saksi Ahli Eli Sundarti diminta pendapatnya terkait penggunaan UU No 20 tahun 2001 Atas Perubahan UU No 31 tahun 199 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHAP yang digunakan untuk menjerat pelaku.
Eli Sundarti menerangkan, penggunaan pasal tersebut dapat dilakukan karena kedua pelaku telah mengakibatkan kerugian negara. “Terdakwa Bisa dijerat dengan pasal 55 Ayat 1 tersebut,” ucap Eli.
Selanjutnya, Saksi Ahli Yusraini dari Inspektorat Kabupaten Batanghari menjelaskan mengenai penggunaan anggaran yang digunakan oleh terdakwa tersebut. “Berdasar berkas yang saya amati dan pelajari, terdakwa telah merugikan negara sebanyak Rp 90 juta,” papar Yusraini.
Seperti diketahui, kasus korupsi pembuatan drainase melibatkan Herman sebagai kepala desa dan Habibi sebagai bendahara desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari pada September 2016.
Kedua terdakwa mengakui telah melakukan korupsi dana pembangunan drainase sebesar Rp 90 juta, dan digunakan untuk keperluan pribadi.  Selanjutnya, terdakwa Habibi menjelaskan dirnya telah mengembalikan uang yang digunakannya sebesar Rp juta.
Sedangkan Herman, Kepala Desa Sengkati Baru Kecamatan Mersam menyatakan akan segera mengembalikan uang yang ia gunakan tersebut secepatnya. “Uang yang saya gunakan Rp 60 juta akan segera dikembalikan dalam waktu dekat,” tegas Herman.(yj02)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: