Dugaan Korupsi Jembatan di Batanghari, Jaksa Nyatakan Banding 

0
Ilustrasi Korupsi. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Jambi – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bading atas vonis yang diberikan majelis hakim kepada Andyk Tjendro, terdakwa kasus korupsi pengadaan jembatan portabel, Kabupaten Batanghari.
Menurut F Rozi, JPU Kejati Jambi, pihaknya telah memutuskan banding atas vonis yang diberitakan hakim kepada Andyk Tjendro. Ia beranggapan vonis yang diberikan hakim tersebut terlalu ringan atas tuntutan Jaksa.
“Kita yang banding, di vonis hakim uang pengganti (UP) hanya dikenakan Rp 28 juta, sedangkan tuntutan kita Rp 300 juta,” ungkap Rozi, Jumat (3/11/2017).
Ia menegaskan, jaksa akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi pada Selasa (7/11/2017) mendatang atas tuntutan tersebut. “Minggu depan memori banding kita masukkan terkait itu,” ungkapnya.
Untuk diketahui, dalam kasus korupsi pengadaan jembatan portabel, Adyk Tjendro, selaku pemasaran PT Boma Internusa, dikenakan vonis 1 tahun 10 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan. Selain memberikan vonis hukuman penjara hakim juga menjatuhkan uang pengganti sebesar Rp 28 juta.
Dalam kasus ini, terdakwa dikenakan hukuman subsidair sebagaimana diatur dalam pasal 3 jo pasal 18 undang-undang 31 tahun 1999, karena terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama.(eks)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: