Ganjar Pranowo: Perlu Inovasi Olah Hasil Peternakan Unggul

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM, Boyolali – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan pentingnya inovasi untuk mengolah hasil peternakan unggul yang ada di wilayah tersebut, seperti di bidang kuliner. “Jateng ini punya sumber genetik hewan yang unggul, seperti sapi PO (peranakan ongole). Tetapi, kok cuma disate tok,” katanya saat Gelar Potensi Peternakan Jawa Tengah di Boyolali, Rabu (4/10).

Menurut dia, semestinya produk-produk pertanian unggul itu bisa dikembangkan untuk kuliner yang lebih bervariasi, misalnya dibikin “steak” khusus, atau beraneka masakan yang sangat lezat. Ia mengaku sudah sempat membicarakan dengan “chef” dari Semarang mengenai hasil-hasil olahan dari produk pertanian unggulan itu agar lebih bisa meningkatkan daya jual dan potensi daerah.

“Ada juga domba batur dari Banjarnegara. Saya rasa bisa dilakukan penelitian karena bulunya (domba, red.) yang bagus bisa diolah lagi jadi produk lain. Jangan dibuang begitu saja,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan masih banyak sumber bibit ternak terbaik yang dihasilkan Jateng, seperti kambing PE (peranakan etawa) dari Banyumas, sapi jabres (jawa-brebes), dan sebagainya.

Untuk sektor peternakan, diakuinya, Jateng semakin maju dengan jumlah pemilik ternak yang mencapai tujuh juta peternak dan 748 kelompok ternak dengan populasi sekitar 3,3 juta satuan ternak. “Alhamdulillah, Jateng konsisten mewujudkan surplus pangan. Meski pelan-pelan, namun bisa menjadi penyangga pangan nasional. Ini berkat semangat para petani dan peternak,” katanya.

Ganjar mengatakan Jateng juga bisa mengirimkan pangan ke provinsi di kanan-kirinya, termasuk sumber pangan hewani yang mengalami kenaikan 4,29 persen dari sebelumnya dengan kapasitas 283 juta ton daging. “Komoditas telur juga mencapai 278 juta, atau naik 2,11 persen dari sebelumnya. Namun, untuk produksi susu memang mengalami penurunan sekar 2,07 persen. Ini menjadi tantangan kami,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Ir. Fini Murfiani mengakui keandalan Jateng di sektor peternakan. “Kami punya namanya program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) dengan target empat juta akseptor, dan tiga juta sapi dan kerbau di antaranya harus bunting,” katanya.

Dari target akseptor sebanyak itu, kata dia, Jateng berkontribusi sebanyak 514.918 ekor atau sedikit di bawah Jawa Timur sehingga pencapaiannya memang sudah melampaui target, yakni 112 persen. “Jateng juga memimpin untuk pengelolaan beberapa sumber daya genetik hewan, seperti sapi PO, ayam kedu, dan sebagainya. Lewat kegiatan semacam ini, kami harapkan peternakan semakin bergairah berproduksi,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Agus Wariyanto, dan General Marketing PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Ngadi Purwanta. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: