Gatot Sudah Punya Firasat Setahun Lalu, Kelak Ia Akan di Blacklist

0
Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM, Jakarta – Alasan pencekalan Panglima TNI. Jendral TNI Gatot Nurmantyo beserta istri, Nany Gatot Nurmantyo masuk ke wilayah Amerika Serikat (AS) masih belum jelas hingga kini.
Panglima TNI dan rombongan, sedianya berangkat ke AS, menumpangi pesawat Emirates Airlines, kemarin, Sabtu (21/10/2017), untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) , di Washington DC, 23 – 24 Oktober 2017
“Undangan tersebut dikirim langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata Amerika (Serikat), Jendral Joseph F. Durfort, yang merupakan sahabat sekaligus senior Panglima TNI,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjend Wuryanto.
Keberangkatan Panglima TNI dan rombongan ke AS, menurut Wuryanto tidak lain adalah mewakili negara, dengan dengan komitmen untuk tetap menjaga hubungan baik kedua negara.
Namun di bandara, Panglima TNI dikabarkan bahwa ia dan istrinya dilarang masuk ke AS. Jenderal Gatot sendiri menurut Wuryono tidak marah atas insiden ini.
“Nggak lah, ya kecewa ya biasa,” ujar Wuryanto
Sepertinya peristiwa ini tak begitu mengagetkan bagi Gatot. Pasalnya pada tahun 2016 lalu, Gatot pernah menyatakan dirinya suatu waktu akan di-black list masuk ke negara asing.
Hal itu disampaikan Gatot kala memprotes pencekalan yang dialami salah satu jenderal TNI, Suryo Prabowo saat transit di Singapura, Agustus tahun lalu. Pihak Imigrasi Singapura memasukkan nama Suryo Prabowo dalam daftar orang yang dilarang masuk ke Singapura.
“Kami sudah menyampaikan surat kepada Kemenlu agar menyampaikan nota protes kepada Singapura. Bisa saja, suatu saat saya akan di-black list juga,” kata Gatot kal itu.
Surya Prabowo transit di Singapura untuk kembali di Jakarta dan mengikuti acara HUT ke-71 RI di kampung halamannya. Pada pukul 05.20 waktu setempat, dia dihampiri petugas imigrasi Singapura.
“Saya transit di Singapura kemudian keluar terminal untuk mengambil bagasi, karena saya pindah pesawat untuk kembali ke Jakarta untuk mengikuti acara 17-an di kampung saya. Di imigrasi ternyata nama saya ada di daftar black list, lalu saya diinterview panjang lebar selama 1 jam-an tentang riwayat hidup saya dan dipertanyakan hubungan saya dengan orang yang tidak saya kenal bernama Indra M,” papar Suryo.
Kabarnya hingga kini pihak imigrasi Singapura masih mem-black list Surya.
Kronologi Pencekalan Gatot
Sentimen nasionalisme RI kembali bergelora. Hati siapa yang tidak sedih mendapat informasi Panglima TNI-nya dilarang berkunjung ke sebuah negara tertentu.
Ini yang menjelaskan informasi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh pemerintah AS dengan cepat menjadi perhatian publik. Di media sosial, warganet berebut tanya menganai maksud penolakan tersebut.
Terlebih Jenderal Gatot Nurmantyo hadir untuk memenuhi undangan tuan rumah sendiri. Menanggapi kabar tersebut, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Wuryanto memberikan penjelasan resminya.
Berikut kronologi lengkap perihal munculnya kabar penolakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkunjung ke Amerika Serikat. Dikatakan Wuryanto, Panglima TNI sedianya akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang dilaksanakan 23 hingga 24 Oktober 2017 di Washington DC.
Dalam acara tersebut, Panglima TNI mendapat undangan resmi yang dikirim oleh Pangab Amerika Serikat, Jenderal Joseph F Durford Jr. Menanggapi undangan tersebut, lanjut Wuryanto, Panglima TNI mengonfirmasi kehadiran sebagai bentuk penghargaan dan perhatian.
“Panglima TNI mengirim surat balasan tersebut, karena menghormati Jenderal Joseph F Durford Jr yang merupakan sahabat sekaligus senior Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,” jelas Mayjen TNI Wuryanto.
Untuk mempersiapkan keberangkatan, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta istri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya. Sabtu (21/10/2017), Panglima TNI bersama rombongan siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates.
“Namun beberapa saat sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” lanjut Kapuspen TNI.
Terkait hal ini, Panglima TNI Gatot Nurmantyo sudah lapor kepada Presiden RI melalui ajudan, Menteri Luar Negeri dan Menkopolhukam. Juga berkirim surat kepada Jenderal Joseph F Durfort Jr sembari menunggu penjelasan atas insiden ini.
Dubes AS Minta Maaf
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph Donovan menyampaikan permintaan maaf atas ditolaknya Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki AS. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima Tribunnews, di Jakarta pada Minggu (22/10/2017).
Berikut pernyataan permintaan maaf Dubes Amerika Serikat yang juga tertulis di website resmi USA Embassy.
“Dubes AS Joseph Donovan Jr telah meminta maaf kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Panglima TNI”.
Selanjutnya, masih dalam pernyataan yang sama, Kedutaan Besar Amerika Serikat telah siap untuk memfasilitasi perjalanan Panglima TNI ke AS. Kedutaan Besar AS terus berkomunikasi dengan staf Panglima TNI sepanjang akhir pekan, berusaha untuk memfasilitasi perjalanan Jenderal Gatot.
“Kami tetap menjaga komitmen kami untuk Kemitraan Strategis dengan Indonesia sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran baik bagi bangsa maupun masyarakat di kedua negara”
Baru Tahu Pelarangan di Bandara
Panglima TNI. Jendral TNI Gatot Nurmantyo, dan istri, Nany Gatot Nurmantyo, beserta rombongan, tengah melakukan “check-in” saat mengetahui larangan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).
Peristiwa itu terjadi di terminal internasional, Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/10/2017). Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menjelaskan saat melakukan “check-in” atau registrasi ulang, sang petugas Emirates Airline yang melayani rombongan itu, memberitahukan bahwa pemerintah AS telah melakukan pelarangan.
Beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection,” ujar Wuryanto dalam konfrensi pers di kantor Panglima TNI, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017),
Rombongan Panglima TNI saat itu antara lain terdiri dari Asintel Panglima TNI, Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, seorang staf intelijen, serta Asisten Pribadi Panglima TNI.
Walaupun larangan tersebut hanya disampaikan lisan, Gatot Nurmantyo tidak mau ambil resiko. Alhasil seluruh rombongan, batal berangkat.
“Kalau langsung berangkat, tahu-tahu di sana tidak boleh, bahkan ditangkap, itu bagaimana ?” tanya Wuryanto.
Panglima TNI dan rombongan, sedianya berangkat ke AS, untuk menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23 – 24 Oktober 2017 di Washington DC.
Ia datang atas undangan langsung dari Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), Jenderal Joseph. F. Durfort Jr.
Atas pelarangan itu, undangan tersebut terpaksa tidak bisa dipenuhi. Panglima TNI kemudian melaporkan hal tersebut ke Presiden RI. Joko Widodo melalui ajudan Presiden serta Menteri Luar Negeri (Menlu).
Retno LP. Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, dan ke Panglima Angkatan Bersenjata AS.
Sebelum ada penjelasan resmi dari pihak AS, Wuryanto mengatakan Panglima TNI tidak akan berangkat. Hingga hari ini, Wuryanto mengatakan TNI belum mengetahui alasan pelarangan itu. (abadikini/ara)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: