Harga Gas Melon di Kalteng Mencapai 25.000

0
Ilustrasi Gas Elpiji. (ist)
SERUPALANGKARAYA.COM, Palangka Raya – Analis Migas Bidang Pengawasan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Tengah, Andi Saputra membenarkan harga gas LPG ukuran 3kg di tingkat pengecer mencapai Rp25.000 atau lebih tinggi dari harga eceran tertinggi.

Sampai sekarang pengawasan hanya dilakukan terhadap agen dan pangkalan gas LPG agar menjual gas 3kg sesuai dengan HET yang telah ditetapkan beberapa Kabupaten/Kota, kata Andi saat press rilis Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Kalteng di Palangka Raya, Selasa (3/10).

“Kalau di tingkat Agen dan Pangkalan gas LPG, setiap kita tanya selalu menjawab telah menjual sesuai HET. Sedangkan harga untuk di pengecer, itu diluar pengawasan kami. Ruang lingkup Dinas ESDM Kalteng hanya sampai Pangkalan gas LPG,” tambahnya.

Dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalteng, baru beberapa daerah telah menetapkan HET yang hanya diberlakukan di tingkat Agen dan Pangkalan gas LPG. Sementara untuk harga di tingkat pengecer, sampai sekarang ini belum ada HET yang mengaturnya.

Andi mengatakan apabila ada ditemukan Agen atau Pangkalan yang melebihi HET dalam menjual gas LPG 3kg, maka Dinas EDSM Kalteng akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kota setempat agar dilakukan penindakan.

“Wilayah yang telah ada HET yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Gunung Mas, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Ada beberapa daerah lagi yang sudah, tapi saya lupa membawa datanya,” bebernya.

Analis Migas di ESDM Kalteng ini memastikan bahwa ketersediaan gas LPG di provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila” ini aman dan tidak ada masalah.

“Kita dari ESDM dan PT Pertamina sudah melakukan pengecekan di lapangan terkait ketersedian gas LPG ke masing-masing Agen, termasuk penyaluran hingga ke Pangkalan. Jadi, aman dan tidak ada masalah,” kata Andi.

Sementara itu, Perwakilan TPID Kalteng yang juga kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng, Setian mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan Kalteng dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai komoditas, termasuk gas LPG 3kg.

“Terkadang itu Satgas Pangan Kalteng sidak sendiri, TPID Kalteng juga sidak sendiri. Tapi sekarang ini kita sudah mensingkronkan agar bersama-sama melakukan sidak,” kata Setian. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: