Harga Jual Kambing Naik Jelang Idul Adha

0
Ilustrasi Jual Beli Kambing. Foto: Istimewa

SERUKUPANG.COM, Kupang – Harga jual kambing di Kota Kupang dan sekitarnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, sedikit mengalami kenaikan dari Rp500.000-Rp700.000/ekor menjadi Rp1,2 juta hingga Rp1,7 juta/ekor berdasarkan usia dan ukuran.

“Untuk hari-hari biasa harga kambing pada kisaran antara Rp500.000-Rp700.000/ekor, namun menjelang Idul Adha, kami menjualnya dengan harga antara Rp1,2 juta sampai Rp1,7 juta/ekor,” kata Edward Ndolu (40), salah seorang penjual hewan qurban di Bilangan Pasir Panjang Kupang, Selasa (29/8).

Ia mengatakan para penjual hewan qurban menaikkan harga jual kambing tersebut, karena mereka membelinya dengan harga yang tinggi pula dari para penyedia hewan di wilayah Camplong, Bena, Batu Putih dan Baun di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Ini konsekuensi dari harga pasar. Jika permintaannya banyak, tentu kami menaikkan harganya, demikian pun sebaliknya. Jadi, naik turunnya harga kambing tergantung dari permintaan,” katanya.

Sementara itu, Adi Ndolu (43), seorang penjual kambing lainnya mengatakan penetapan harga kambing sangat variatif, artinya ditentukan berdasarkan usia dan ukuran kambing.

“Ukuran paling besar dengan usia 4 tahun, kami dijual dengan harga maksimal Rp2 juta per ekor, sementara kambing ukuran sedang dijual pada kisaran Rp1 juta, Rp1,2 juta hingga Rp1,7 juta per ekor,” katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga kambing tersebut karena permintaannya banyak menjelang Perayaan Idul Qurban bagi umat muslim yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya.

“Setelah Idul Qurban, harga kambing pun kembali normal seperti hari-hari biasa,” tambah Hendrik Talli (56), seorang pedagang kambing yang sudah 17 tahun menekuni profesi tersebut.

Menjelang Idul Qurban yang akan jatuh pada 1 September 2017, ia mengaku menjualnya dengan harga yang bervariatif pula sesuai usia dan ukuran kambing, yakni pada kisaran antara Rp1,2 juta sampai Rp1,7 juta per ekor.

Kalau kambing Etawa, akan dijual dengan harga Rp4 juta/ekor. “Kambing jenis ini memang beda harganya, karena jauh lebih besar dari kambing jenis biasa,” ujarnya.

Sampai sejauh ini, kata Hendrik Talli, ia sudah menjual sekitar 26 ekor kambing dengan harga yang bervariasi, dari stok yang tersedia sebanyak 66 ekor. “Pada saat tibanya Idul Adha, kambing yang sisa ini, sudah laku terjual,” katanya optimistis.

Sementara itu, Kepala Bidang Agribisnis dan Kelembagaan Peternakan Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur Tay Renggi juga mengakui bahwa harga kambing menjelang perayaan Idul Adha sedikit mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Kami sudah memantau ke sejumlah pasar yang menjual hewan qurban dan menemukan ada sedikit kenaikan harga menjelang Idul Qurban. Situasi pasar memang sangat berperan disini, dimana ketika permintaan banyak maka tinggi pula harga yang ditetapkan,” katanya saat dihubungi Antara.

Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT, kata dia, harga kambing jantan dengan usia 8 hingga 12 bulan mencapai Rp900.000/ekor, sementara kambing betina dengan usia sama dijual sedikit lebih murah, yakni Rp750.000/ekor.

Sementara harga produk daging potong seperti sapi dan kambing, berkisar antara Rp85.000 hingga Rp95.000 per kilogram. Untuk komoditi lain seperti ayam potong, kata dia, sampai saat ini harga masih terbilang tinggi yakni Rp37.000 – Rp42.000/kg dari harga normal Rp35.000/kg.

Terkait dengan bantuan hewan untuk Idul Qurban, Tay Renggi mengatakan sampai sejauh ini belum ada lembaga atau instansi yang menyumbangkan hewan untuk perayaan Idul Qurban bagi umat muslim di daerah inu.

“Kita dari Dinas Peternakan hanya bisa mengawasi, tanpa ada intervensi harga. Pengawasan dilakukan agar bisa melihat ketersediaan ternak dan tidak mengalami kelangkaan,” ujarnya.

Untuk tahun ini, kata dia, stok hewan untuk Idul Qurban cukup tersedia karena hanya 8 persen umat muslim yang membutuhkan pada saat Perayaan Idul Adha 1438 Hijriah.

Tay Renggi juga mengatakan pihaknya telah mengerahkan sekitar 30 dokter hewan untuk mengawasi pemotongan hewan qurban di setiap masjid dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) serta beberapa titik pemotongan yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya.

Ia mengatakan pengawasan yang dilakukan oleh dokter hewan tersebut akan dipadukan dengan surveyland dari Dinas Peternakan NTT untuk mendeteksi kondisi setiap hewan qurban, apakah mengidap penyakit atau tidak.

Ia menambahkan pengawasan tersebut akan dibantu oleh mahasiswa kedokteran hewan yang sedang menjalankan koas di RS Hewan milik Dinas Peternakan NTT serta dibantu pula dengan tenaga-tenaga mahasiswa magang dari Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. (ant/ara)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: