Hari Ini Deadline Dewan Kembalikan Mobdin

0
mobil dinas
Ilustrasi. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Jambi – Sesuai dengan deadline yang diberikan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), hari ini, Jumat (20/20/2017) merupakan batas akhir bagi unsur pimpinan DPRD Kota Jambi untuk mengembalikan mobil dinas (Mobdin).
Namun demikian, hingga sore kemarin, Kamis (19/10/2017) belum satupun unsur pimpinan DPRD Kota Jambi  mengembalikan Mobdin itu ke Sekretariat Dewan (Sekwan) Kota Jambi. Mereka beralasan, bahwa akan mengembalikan Mobdin yang mereka gunakan itu setelah gaji pasca pemberlakuan PP 18 18 tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif bagi pimpinan dan anggota DPR, dicairkan.
Kepala DPKAD Kota Jambi, Deki Subandia, kepada sejumlah awak media berpendapat, seharusnya unsur pimpinan DPRD Kota Jambi tidak menunggu tunjangan itu cair, baru mengembalikan mobil. Apalagi, kata dia, gaji PP 18 itu dihitung sejak Agustus 2017 lalu. “Tidak harus menunggu gaji turun baru mengembalikan mobil. Kan gaji berdasarkan PP itu sudah dihitung sejak Agustus lalu. Kita juga sudah mengeluarkan surat kepada pimpinan dewan untuk segera mengembalikannya,” ungkap Deki, Kamis (19/10/2017) kemarin.
Seharusnya menurut dia, Mobdin itu sudah dikumpulkan ke Sekretariat untuk dilakukan pengecekan. “Kita cek dulu kondisi mobilnya. Baru kita sahkan (pengeluaran tunjangan dewannya),” kata Deki lagi.
Sementara, Duria Sunita, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Jambi mengaku bahwa Mobdin yang digunakan dewan lengkap. Bahkan, akunya, selalu terparkir  di halaman gedung DPRD Kota Jambi. “Mereka siap mengembalikannya, tunggu ini (gaji pp) cair dulu,” kata dia singkat.
Menurutnya, berdasarkan petunjuk dari BPKAD, 1 Oktober 2017 nanti, tunjangan fasilitas mobil jabatan itu sudah dapat dicairkan. “ Tanggal 1 keluar semua, tapi positifnya bulan depan,” sebut dia.
Sebelumnya, Junedi Singarimbun, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi mengatakan bahwa pihaknya belum mau mengembalikan Mobdin yang mereka gunakan. “Gaji dari PP itu kan belum keluar. Tunggu lah itu keluar dulu,” kata Juneidi dihadapan sejumlah awak media.
Selain alasan itu, belum dikembalikannya Mobdin, menurutnya, karena pihaknya tidak memiliki mobil lain untuk bekerja.  “Kita mau kerja pakai mobil pribadi kan tidak mungkin. Mobil hanya satu, dipakai istri dan untuk keperluan lain,” ungkapnya.
Namun demikian, dia berjanji, jika gaji dari pemberlakuan PP itu sudah keluar, pihaknya akan segera mengembalikan Mobdin yang mereka gunakan tersebut.  “Kalau gaji dari PP itu sudah keluar, langsung kita serahkan kuncinya ke Sekwan untuk dikembalikan,” pungkas dia.(clp/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...