Hari ini, Kadis Dikbud Dipolisikan, Kasus Apa?

0
Ilustrasi
Ilustrasi: Anung W/Seru Jambi
SERUSAROLANGUN.COM, Sarolangun – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sarolangun, hari ini, Selasa (21/11/2017)  dilaporkan ke Polres Sarolangun, dengan dugaan penipuan dan pemalsuan SK honorer.  Selain itu, Lukman juga terindikasi telah mengangkangi keputusan Bupati Sarolangun Nomor.800/48/BKP2D/2014.
Pelaporan ini akan dilakukan oleh Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Geraki) Sarolangun. “Yang jelas kita melapor atas nama Geraki,” ujar Sekertaris Jendral Geraki, Usman, Senin (20/11/2017).
Tak hanya Lukman, Usman mengaku juga akan melaporkan Lismawati, Staf Dinas Dikbud Sarolangun terkait dugaan pemalsuan tanda tangan Didi Marlini pada slip gaji Didi Marlini bulan November 2017.
“Lismawati tidak akan berani menandatangani slip gaji Didi Marlini tanpa ada perintah atasan. Yang jelas pihak-pihak terkait lah. Kemungkinan pagi saya laporkan,” timpalnya.
Selain melaporkan Lukman, Lismawati dan pihak terkait, katanya, Ia juga akan menyerahkan berbagai Barang Bukti (BB) yang menguatkan dugaan jual beli SK honorer, indikasi mengangkangi keputusan Bupati Sarolangun Nomor.800/48/BKP2D/2014, dan dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut.
“BB-nya yang jelas tanda tangan Lismawati pada slip gaji Didi Marlini, Surat Perintah Tugas (SPT) Noval Amaralhaq, SK Didi Marlini dan bukti lainnya,” akunya.
Sementara, Kadis Dikbud Sarolangun, Lukman membantah tegas jika melakukan jual beli SK. Menurut orang nomor satu di tubuh Dikbud Sarolangun ini, jual beli SK tersebut, sama sekali tidak pernah ada.
“Tidak ada jual beli SK dindo. Yang tidak boleh itu ada SK ganda dari dana yang sama, harus salah satunya pilih dan yang salah satunya harus dihapus,” sangkalnya.
Disinggung soal kebijakan yang dinilai cukup berani menggantikan Didi Marlini, guru honorer yang masih aktif mengajar di SMPN Satap 19 di Kecamatan Batang Asai, dengan Noval Amaralhaq, tenaga honorer di  SMPN 17 Sarolangun, yang baru mengantongi Surat Perintah Kerja (SPT) pada tanggal 16 Oktober 2017, Lukman justru terkesan plin-plan menjawab pertanyaan tersebut.
“Didi akan kami berhentikan dulu kalau ternyata terima gaji ganda. Noval belum ada SK-nya dan belum ada pengangkatan,” jawabnya.
“Kalau SPT belum punya gaji dindo, belum boleh dibayar gaji, karena tidak punya SK/SPK, karena honor BOS pun kami berikan SPT-nya,” pungkasnya.(tim)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: