Ini Dia Perusahaan Raksasa Pemicu Konflik Versi KKI Warsi…

0

SERUJAMBI.COM,JAMBI-KKI Warsi menggelar diskusi tentang “Kehilangan Hutan Munculkan Konflik Berkepanjangan” di kantor KKI Warsi Jumat (21/7) pagi tadi. Dalam diskusi tersebut, terungkap banyak perusahaan raksasa yang beroperasi di Jambi pemicu konflik ditengah masyarakat. Konflik terjadi karena hadirnya perusahaan dan mengabaikan hak pengelolaan hutan oleh masyarakat.

Nur Kholis Ketua Dewan Pengawas KKI WARSI mengatakan konflik-konflik lahan ini melibatkan perusahaan besar HTI dan perkebunan sawit diantaranya, Sinar Mas Group melalui perusahaan WKS, BKS, KDA. Kemudian Harum Group melalui MAP, CHS, SHM. Lalu Barito Group melalui LAJ. “Serta Astra Group melalui SAL,” ujarnya.

Nur Kholis mengatakan, makin mengecilnya luasan hutan juga diiringi dengan munculnya konflik antara warga dan perusahaan. Konflik itu, kata dia, tak jarang banyak makan korban ditengah masyarakat.

“Kehilangan hutan dalam jumlah yang signifikan ini telah membawa dampak pada masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar hutan. Kehidupan mereka menjadi termaginalkan, serta memperngaruhi akses dan keterlibatan masyarakat dalam mengelola hutan,”jelasnya dalam diskusi.

Ia mengatakan, dalam kurun waktu 25 tahun saja, pulau Sumatera telah kehilangan hutannya lebih dari 9 juta hektar. Padahal di tahun 1990, kata dia, tutupan hutan di Sumatera masih terhitung di kisaran luas 20 juta hektar.

“Dari analisis Citra Satelit Lansat TM 8 yang dilakukan KKI WARSI, pada tahun 2015 lahan kritis atau areal terbuka meningkat jadi 556persen, peningkatan perkebunan sebanyak 141 persen peningkatan Hutan Tanaman Industri (HTI) 381 persen,” katanya.

Makanya, KKI WARSI berkomitmen untuk menjaga luasan hutan yang ada. Termasuk menjaga keseimbangan agar konflik yang berkepanjangan di tengah masyarakat tidak terjadi.(ara/uin)

 

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: