Ini Penyebab Ustad Alfian Tanjung Ditangkap Lagi

2
SERUJAMBI.COM – Alvian Tanjung yang baru saja dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya dari kasus ujaran kebencian yang menjeratnya, kini kembali ditangkap aparat kepolisian Polda Jawa Timur. Penangkapan itu terkait perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan kader PDIP Pardamean Nasution di Polda Metro Jaya.
“Ini masalah cuitan beliau di twitter,” kata Abdullah Alkatiri, Ketua Tim Advokasi Alfian Tanjung kepada wartawan di halaman gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (6/9/2017) malam.
Abdullah mengatakan, kliennya menggunggah cuitan di twitter yang isinya menyebutkan nama PDIP. “Ya di twitter beliau, sekian persen kader partai ini ada itu di partai tersebut,” ujarnya.
Diketahui, cuitan Alfian tanjung di twitter tersebut dinilai menyinggung PDIP. “Menurut PDIP, itu sebagai pencemaran nama baik, dan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelasnya seperti dikutip dari abadikini.com.

BERITA TERKAIT:

Sekitar pukul 18.15 WIB, Alfian dibebaskan atas perkara ujaran kebencian tentang isi ceramahnya di Masjid Mujahidin, Surabaya, yang dilaporkan Sujadmiko, warga Surabaya.
Baru tiga langkah keluar dari Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Alfian langsung diamankan anggota Ditreskrimum Polda Jatim. Alfian langsung ‘ditahan’ di salah satu ruangan di gedung ditreskrimum.
“Kami hanya dimintai bantuan pengamanan oleh Polda Metro Jaya. Yang bersangkutan ini terkait perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang ditangani Polda Metro Jaya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo.
Sekitar pukul 21.10 wib, Alfian Tanjung langsung diterbangkan ke Juanda untuk menuju Jakarta guna menjalani proses hukum selanjutnya di Polda Metro Jaya.
“Kami serahkan ke penyidik Polda Metro Jaya. Karena perkaranya ditangani Polda Metro,” jelasnya.
Adbullah menambahkan, alfian ditangkap oleh aparat kepolisian diduga atas laporan dari DPP PDIP dengan nama pelapor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
“Alfian selama ini sangat kooperatif selama menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Kenapa nggak mau tunggu beliau di Jakarta, baru dilakukan pemanggilan tapi oleh pihak kepolisian sudah dilakukan penahanan,” tambahnya.
Ia katakan, Pasal yang dijeratkan kepada Alfian Tanjung adalah Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.
Sebelumnya, Alfian dilaporkan oleh kader PDIP Pardamean Nasution atas ucapannya yang menyebut 85 persen anggota PDI-P adalah kader Partai Komunis Indonesia (PKI). Alfian juga sempat disomasi oleh Nezar Patria, anggota Dewan Pers karena menyebutnya PKI. Alfian Tanjung kembali disomasi oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki ke polisi terkait hal serupa. Karena tak ada respons, Teten melapor ke Bareskrim pada Jumat (27/1) lalu. (nas/abadikini)
Loading Facebook Comments ...
loading...