Inventarisasi Ulang Lahan Pemakaman Dilakukan Bertahap

0
Ilustrasi Pemakaman Umum. (ist)
SERUJOGJA.COM, Yogyakarta – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta akan mulai melakukan inventarisasi ulang terhadap seluruh lahan pemakaman kampung mulai 2018, namun inventarisasi akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan pemerintah.

“Paling tidak pada tahun depan kami akan melakukan inventarisasi ulang terhadap pemakaman kampung yang ada di sembilan kelurahan terlebih dulu, baru diikuti kelurahan lain hingga akhirnya selesai di 45 kelurahan yang ada,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana di Yogyakarta, Jumat (24/11).

Berdasarkan data awal yaitu pendataan yang dilakukan pada 1995, di Kota Yogyakarta terdapat 195 pemakaman kampung, namun sembilan di antaranya sudah tidak lagi digunakan sehingga menyisakan 182 bidang lahan pemakaman aktif.

Selama proses inventarisasi, lanjut Hari, pemerintah akan memastikan status alas hak atas lahan pemakaman tersebut dilanjutkan identifikasi terkait optimalisasi lahan agar ketersediaan lahan pemakaman di Kota Yogyakarta mencukupi kebutuhan.

Jika diketahui bahwa alas hak atas lahan pemakaman tersebut adalah tanah keraton atau “sultan ground”, maka pemerintah akan berupaya memintakan surat kekancingan ke Keraton Yogyakarta dan kemudian mengelola lahan pemakaman tersebut.

Hari menyebut, jika pemerintah sudah dapat mengelola lahan pemakaman tersebut, maka pemerintah bisa melakukan penataan dan mengoptimalkan lahan pemakaman sehingga pemakaman bisa terlihat lebih rapi.

Namun, jika lahan pemakaman tersebut berstatus sebagai tanah milik pribadi, maka akan kembali diserahkan pengelolaannya ke masyarakat. “Biasanya digunakan untuk makam keluarga,” kata Hari.

Sedangkan untuk pengadaan lahan pemakaman di luar wilayah administratif Kota Yogyakarta, Hari mengatakan belum dianggarkan dalam RAPBD 2018. “Tidak ada anggaran untuk itu tahun depan,” tegasnya.

Namun, muncul wacana baru terkait pemanfaatan tanah “sultan ground” untuk digunakan sebagai lahan pemakaman. “Kami harus berkoordinasi secara teknis dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY sebagai tindak lanjutnya,” katanya. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: