Israel Lobby Lebih dari 10 Negara Agar Pindahkan Kedutaannya ke Yerusalem

0
Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely. (ist)
SERUNESIA.COM, Yerusalem – Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely mengaku sudah menelfon lebih dari 10 negara dari setiap benua di dunia untuk mengikuti keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
Hal itu disampaikan dalam wawancara di Reshet Bet, menyusul keputusan Presiden Guatemala Jimmy Morales untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem yang disampaikan melalui akun Facebook miliknya, Minggu (24/12/2017) malam.
“Hari ini saya berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” tulis Morales
“Kami berbicara tentang hubungan besar yang kami miliki saat sejak Guatemala mendukung pembentukan Negara Israel. Salah satu topik yang paling relevan adalah kembalinya Kedutaan Besar Guatemala ke Yerusalem. Saya informasikan bahwa saya telah memberikan instruksi kepada Kanselir (Menteri Luar Negeri) untuk memulai proses tersebut,” sambungnya
Keputusan tersebut diambil tiga minggu setelah Amerika Serikat memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaannya, dan empat hari setelah Guatemala menjadi satu dari sembilan negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menentan resolusi yang mengecam langkah Amerika Serikat tersebut.
Hanya tiga dari delapan negara Amerika Tengah yang memilih menentang Israel pada pemilihan umum pada Kamis (21/12/2017) di PBB. Honduras, tetangga Guatemala di sebelah timur, dimana Israel memiliki ikatan yang kuat, juga menolak tindakan tersebut.
Netanyahu mengatakan, “Langkah Guatemala hanyalah awal, dan ini penting, dan bahwa akan ada negara-negara lain yang akan mengakui Yerusalem dan mengumumkan pengalihan kedutaan mereka ke sana.”
Netanyahu maupun Hotovely, menurut Jerusalem Post tidak akan mencantumkan nama-nama negara lain yang mempertimbangkan langkah tersebut, meskipun Hotovely mengatakan bahwa sejumlah dari mereka memiliki basis Kristen yang kuat. Antara 35% sampai 40% dari 16,6 juta warga Guatemala adalah evangelis.
Sejak deklarasi Trump pada 6 Desember, pejabat senior di Republik Ceko, Filipina dan Rumania menyebutkan kemungkinan tindakan tersebut. Masing-masing negara tersebut abstain dalam pemungutan suara PBB Kamis lalu.
Morales, mantan tokoh televisi, terpilih pada bulan Oktober 2015, dan pejabat diplomatik di sini pada saat itu memperkirakan kepresidenannya akan mengarah pada penguatan hubungan antara kedua negara.
Israel telah lama memiliki hubungan baik dengan Guatemala, meskipun Morales telah membawa hubungan mereka ke tingkat yang baru. Guatemala adalah negara Amerika Latin pertama yang memilih partisi di PBB pada tanggal 29 November 1947. (abadikini/ara)
Loading Facebook Comments ...
loading...