Jambi Kirim 22 Perwakilan Ke Pekan Bahasa

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa

SERUJAMBI.COM, Jambi – Sebanyak 22 orang terbaik pada berbagai lomba kebahasaan dan kesusasteraan akan mewakili Provinsi Jambi pada Pekan Bahasa Regional Sumatera yang akan digelar di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, 17-23 Juli mendatang.

“Pekan depan kami akan mengirimkan perwakilan dari Jambi untuk mengikuti berbagai lomba pada Pekan Bahasa tingkat regional Sumatera di Lampung, jumlahnya ada 22 orang termasuk pendamping,” kata Kepala Balai Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis, Jumat (14/7).

Pada kegiatan yang akan diikuti 10 provinsi di Sumatera itu, kata Syaful perwakilan dari dari Kantor Bahasa Jambi akan tampil di semua kategori.

Para duta bahasa dari provinsi “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” itu adalah mereka yang menjadi juara pada berbagai lomba antara lain lomba mengajar, lomba berpidato, debat bahasa Indonesia, lomba pembawa acara serta lomba duta bahasa.

“Semua juara dari lomba yang digelar pada Januari hingga Juni, semuanya akan diboyong ke Pekan Bahasa se-Sumatera di Lampung. Pada pemenangnya akan mendapat kesempatan mewakili Sumatera di tingkat nasional,” katanya.

Peserta lomba pada pekan bahasa itu, kata dia berbeda beda. Ia mencontohkan untuk debat bahasa akan diwakili tiga orang untuk masing-masing provins, pidato seorang, lomba mengajar satu orang, lomba protokol seorang, cerdas cermat tiga orang dan lainnya.

Khusus untuk perwakilan Duta Bahasa, kata Syaiful tahun ini diperluas. Bila sebelumnya hanya untuk mahasiswa, namun pada tahun 2017 ini juga melibatkan pelajar atau remaja tingkat SMA.

“Bila sebelumnya peserta pemilihan Duta Bahasa itu hanya mahasiswa, namun mulai tahun ini juga dari tingkat pelajar,” kata Kepala Kantor Bahasa Jambi itu.

Selain itu untuk merangsang minat menulis cerita daerah, Kantor Bahasa Jambi juga menggelar komba penulisan naskah cerita rakyat di Provinsi Jambi yang kemudian dibukukan, menggelar lomba pantun serta lomba kegiatan bahasa dan kesusasteraan lainnya.

“Kami juga melakukan diseminasi pengayaan kosakata Bahasa Indonesia dengan melibatkan masyarakat, sehingga diharapkan kosakata yang dalam bahasa daerah yang belum ada di Bahasa Indonesia bisa dipertimbangkan dan dikaji untuk masuk dalam kosakata bahasa nasional,” kata Syaiful Bahri Lubis menambahkan. (ant/isa)

Loading Facebook Comments ...
loading...