Jambi Siap Produksi Benih Jagung Unggul Lokal

0
Ilustrasi Petani Jagung. (ist)
SERUNESIA.COM, Jakarta – Balai Penelitian Tanaman Pangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP Balitbangtan) Jambi siap memproduksi benih unggul jagung lokal untuk mendukung swasembada jagung nasional.

Kepala BPTP Balitbangtan Jambi, Dr. Mohammad Takdir Mulyadi menjelaskan bahwa benih jagung hibrida Bima 19 URI yang dikembangkan ini merupakan varietas unggul baru (VUB) Jagung Balitbangtan .

“Tanam perdana perbenihan jagung hibrida varietas Bima 19 URI untuk Jambi telah dilaksanakan di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi,” katanya melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (6/11).

Pada musim sebelumnya, di lokasi yang sama telah dikembangkan varietas Bima 20 URI seluas 100 ha yang memiliki berbagai keunggulan diantaranya klobot menutup rapat tongkol jagung, sehingga cocok ditanam pada musim penghujan.

Selain itu, tahan terhadap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) , dan tetap hijau pada saat panen, yaitu “brangkasan” jagung berpotensi digunakan sebagai pakan ternak.

Benih Bima 20 URI ini merupakan hasil dari pendampingan teknologi BPTP Balitbangtan Jambi di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kedua varietas Bima 19 URI, dan Bima 20 URI memiliki potensi hasil mencapai 12,5 ton/ha, toleran kekeringan serta tahan rebah akar dan batang.

“Dengan memproduksi Bima 19 URI dan Bima 20 URI petani dapat menanam jagung hibrida tiga kali dalam setahun,” ujar Takdir Mulyadi optimistis.

Perbenihan jagung varietas Bima 1 URI di lokasi ini mencapai 23 ha, dan jagung komposit varietas Sukmaraga seluas 3 ha.

Sementara itu, produksi benih jagung hibrida dilaksanakan juga di Desa TKP Indah, dan Desa Cermin Alam, Kecamatan VII Koto Ilir, Kabupaten Tebo seluas masing-masing 10 ha varietas Prolifik Nasa 29, dan tiga ha varietas Bima 20 URI.

Selain itu, di lahan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Geragai, juga diproduksi benih Bima 20 URI seluas dua ha.

Secara keseluruhan perkiraan hasil benih yang diharapkan mencapai sekitar 80 ton. Benih ini diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan benih untuk pertanaman seluas 5.300 ha.

Tahun 2018 telah ditetapkan sebagai tahun perbenihan, tambahnya, khusus untuk kebutuhan benih jagung nasional dengan target tanam lebih kurang seluas tiga juta ha, maka 70 persennya akan dipenuhi dari varietas unggul lokal.

“Konsekuensi dari kebijakan ini, maka perlu dipersiapkan perbenihan jagung hibrida dari saat ini,” katanya. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: