Kadis Syariat Islam Bireuen Pelajari Kasus Sajadah Jadi Alas Kaki Tamu

2
Petugas damkar membersihkan halaman RSUD dr Fauziah Bireuen. Direktur RSUD ini mencurigai ada oknum yang sengaja menimbulkan insiden sajadah dipakai untuk alas kaki tamu.
Petugas damkar membersihkan halaman RSUD dr Fauziah Bireuen. Direktur RSUD ini mencurigai ada oknum yang sengaja menimbulkan insiden sajadah dipakai untuk alas kaki tamu.
SERUACEH.COM – Publik dihebohkan dengan beredarnya foto di media sosial Facebook, terkait penggunaan sajadah sebagai alas kaki yang diduga dipakai saat penyambutan tim akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen pada Jumat 15 Desember 2017.

BACA JUGA: Soal Insiden Sajadah, Ini Jawaban Direktur RSUD Bireuen

Sementara, Kadis Syariat Islam Bireuen, Jufliwan, dihubungi via ponselnya, mengaku belum bisa memberi keterangan terkait insiden sajadah yang dijadikan alas kaki tamu di (RSUD) dr Fauziah.
“Belum ada penjelasan dari direktur, tapi akan segera kita tindaklanjuti terkait penggunaan sajadah sebagai alas kaki tim survei akreditasi rumah sakit dari Kementerian Kesehatan RI,” sebutnya.

BACA JUGA: Aceh Heboh! Sajadah Dijadikan Alas Kaki Tamu, Ini Kata LEMKASPA

Sementara, Direktur  RSUD  Bireuen dr Mukhtar Mars, mengatakan, terkait  pemberitaan pengguna sajadah sebagai alas kaki tamu, pihak panitia penyambutan tim Akreditasi RSUD dr Fauziah Bireuen, tidak merencanakan pemasangan karpet di halaman rumah sakit itu.
Bahkan, tak ada perintah dalam bentuk apapun saat tamu atau tim Akreditasi datang, karena halaman Rumah Sakit Umum (RSUD) dr Fauziah Bireuen sudah bersih. “Sebelumnya disiram dengan armada pemadam kabupaten Bireuen,” ulas Mukhtar.
Ditambahkan Mukhtar, kalau memang pihak panitia penyambutan tim Akreditasi RSUD Bireuen merencanakan pemasangan karpet, maka sudah terpasang sejak awal Selasa 12 Desember 2017, bukan dalam bentuk gambar sajadah.
Itu karena tim survei akreditasi rumah sakit dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu 13 Desember 2017 malam sudah tiba di kota juang Bireuen dalam acara temu ramah Pendopo dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Kepada Seruaceh.com, Mukhtar memaparkan, Jumat adalah hari ke tiga tim survei akreditasi melakukan penilaian terhadap akreditasi RSUD Dr Fauziah Bireuen. Penilaian berakhir pada Sabtu dini hari 16 Desember 2017.
“Karena itu kami mencurigai insiden ini ada ulah oknum tak bertanggungjawab, yang dengan sengaja merusak kridibiltas Rumah Sakit Umum (RSUD) dr Fauziah Bireuen di mata masyarakat,” ungkap dr Mukhtar.(zak)
Loading Facebook Comments ...
loading...