Kasus Korupsi Bintek, Hakim Tipikor Periksa Zainal Abidin dan 15 Anggota Dewan

0
Mantan Ketua DPRD Kota Jambi Zainal Abidin. Foto; Istimewa

SERUJAMBI.COM, Jambi – Mantan Ketua DPRD Kota Jambi Zainal Abidin sepertinya tak bisa tidur nyenyak. Kemarin, Zainal Abidin dihadirkan oleh Hakim Tipikor dan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis (bintek) DPRD Kota Jambi. Selain Zainal Abidin, sebanyak 15 orang saksi dari kalangan dewan periode 2009-2014 juga di periksa sebagai saksi untuk terdakwa Rosmansyah dan Jumisar. Belasan saksi ini diperiksa secara bergantian. Awalnya enam orang yang diperiksa, yaitu mantan Ketua DPRD Zainal Abidin, Mustamar, Fuad Safari, Abdus Somad, Mihuli Amin, dan Bahtiar Chaniago.

Pemeriksaan saksi ini dipimpin ketua majelis hakim Lucas Sahabat Duha, terungkap dalam BAP, ada beberapa penyelenggara kegiatan bintek mengaku tidak pernah menyelenggarakan kegiatan Bintek, seperti kegiatan di Universitas Islam Bandung (Unisba). Menurut BAP, kegiatan Bintek yang diadakan di Swissbell Hotel Bandung tersebut tidak diakui oleh penyelenggara, yaitu LPP Universitas Islam Bandung (Unisba).

Sementara saksi Zainal Abidin dan lima orang lainnya mengaku kegiatan tersebut diselengarakan. Begitu juga pada kegiatan Bintek Mei 2013 diadakan oleh LPP STIE Jakarta. Pada Oktober di tahun yang sama kegiatannya diadakan oleh Unas. Dan, pada Oktober 2014 bintek yang diadakan di Hotel Neo, diikuti oleh 37 anggota dewan dari 45 anggota, juga diakui diselenggarakan oleh para saksi.

“Hebat ya pak ketua (Zainal Abidin). Pematerinya saja tidak pernah sama sekali menyediakan kegiatan itu,” sebut Adli, hakim anggota kepada Zainal Abidin yang mengatakan hadir dalam acara bintek tersebut.

Masih berdasarkan BAP penyelenggara, ada empat orang anggota wakil ketua dewan mendatangi pemateri kegiatan. Mereka meminta agar membenarkan ada kegaitan bintek tersebut. Namun, pematerinya menolak. “Ada empat wakil ketua yang datang menemui penyelenggara bintek minta agar membenarkan ada kegiatan bintek. Tapi ketua lembaga itu menolak,” tegas Adli. Untuk mengecek kebenaran, majelis hakim memerintahkan agar hadir lagi pada sidang berikutnya. (isa)

Loading Facebook Comments ...
loading...