Kasus Korupsi MTQ dan Samisake, Keterangan Saksi Beratkan Terdakwa

0
Sidang korupsi
Sidang lanjutan kasus korupsi Kegiatan MTQ dan Samisake Kecamatan Pelayang Kota Jambi. Foto: Eko/Seru Jambi
SERUJAMBI.CON, Jambi – Dalam sidang lanjutan kasus korupsi Kegiatan MTQ dan Samisake Kecamatan Pelayang Kota Jambi, yang digelar di Pengadilan Tipikor Jambi, pada Rabu (8/11/2017). Keterangan tiga orang saksi semuanya memberatkan terdakwa, yakni Muharman Novriansyah mantan Camat Pelayangan.
Jaksa Penuntut Umun (JPU) Nooraidah Silalahi, pertama memintai keterangan dari saksi Azwar. Sekertari Camat Pelayang tahun 2014 ini mengatakan, dirinya mengetahui adanya pertemuan antara pihak kelurahan yang berada di kecamatan pelayangan, pertemuan tersebut dilakukan di dalam ruang camat.
“Waktu itu ada pertemuan di ruangan camat dengan semua lurah,” ujar Azwar.
Azwar juga mengungkapkan, jika memang benar ada peminjaman uang yang digunakan untuk melakukan kegiatan MTQ. Tapi selain peminjaman, ada juga Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) yang belum dikenakan pajak.
“Masalah hutang itu sudah ada, tapi belum dibayar,” ujarnya.
Saat jaksa menanyakan mengenai tandatangan Saskia yang pernah dipalsukan. Azwar mengatakan, bahwa itu memang benar, bahkan tanda tangan dirinya pun pernah dipalsukan untuk mencair sebagian dana.
“Jadi kalau pemalsuan tanda tangan itu benar adanya,” tegas Azwar.
Sementara saksi lainnya, Zainuddin mengungkapkan bahwa dirinya pernah mencairkan dana sebanyak empat kali dengan waktu yang berbeda. Pencairan dana tersebut merupakan dana untuk kegiatan MTQ dan program samisake. Namun, saat Hakim Lucas Sahabat Duha menanyakan jumlah uang yang dia ambil, Zainuddin tidak bisa menjawab dengan alasan lupa.
“Saya tidak ingat lagi kalau jumlah uangnya,” ujar Zainuddin.
Dia juga menjawab pertanyaan seputar uang digunakan untuk kegiatan apa saja oleh jaksa. Zainuddin, mengatakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dirinya dibantu oleh orang lain. Sementara sisa uang diambil oleh terdakwa Novriansyah.
“Waktu itu dibantu Pak Abu yang menguruskan semuanya, kalau dana atau uang dekorasi, tenda dan sisa anggaran sebesar Rp 140 juta saya kasih ke Pak Camat (Novriansyah) karena dia meminta,” ujarnya.
Zainuddin juga mengakui, pernah menerima dana sebesar Rp 85 Juta, dana tersebut ia gunakan untuk memenuhi tagihan pajak kehutanan.
“Tanda terima sendiri ditandatangani oleh Pak Camat, bon sisa pembayaran yang diterima saya dari Pak Camat,” ujarnya.
Sementara itu, saksi Abu Markis mengatakan, pernah melakukan markup tandatangan Novriansyah ketika itu. Dia beralasan, hal itu dilakukan karena sebuah kondisi yang sangat mendesak, pada saat itu terdakwa tidak berada di tempat.
“Seharusnya iya, saat itu kondisi dan keadaan, uang itu digunakan sesuai kegunaan,” ujarnya.
Berdasarkan dari keterangan para saksi, Novriansyah  mengakui melakukan pengambilan uang kegiatan MTQ dan Samisake itu. Dia beralasan ketika itu kondisi yang sedang banyak kegiatan serta dibutuhkan banyak dana.
“Saya ambil uang itu, kami banyak kegiatan pak, saya, Pak Abu dan Sekcam tidak ada dana,” terangnya, sambil menambahkan kalau SPJ memang benar belum dibayar pajaknya hingga saat ini.
Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Sony Gulo, mengatakan ,kurang puas dengan keterangan saksi pada persidangan kali ini.
“Kurang puas ya, banyak yang tidak transparan,” ungkapnya. Sony menambahkan, jika pihaknya nantinya akan menghadirkan saksi dalam persidangan selanjutnya..
“Pasti, nanti kita fikirkan untuk saksi selanjutnya dari kita ,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kasus korupsi dana MTQ tersebut telah menyeret  Zainudin ke jeruji besi selama 1 tahun penjara dan telah menghirup udara bebas. Serta Abu Markis yang tengah menjalani hukuman dengan vonis 1 tahun dan 6 bulan. Untuk diketahui kasus tersebut telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 400 Juta.(eks/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: