Kasus Lobster, Kerugian Negara Capai 5,7 Miliar 

0
Kasus lobster
Terdakwa penyelundupan 150 ribu baby lobster, Muamar Kadapit, Aripudin dan Mansur menjalani sidang di Pengadilan Negri (PN) Jambi. (Eko/Seru Jambi)
SERUJAMBI.COM, Jambi – Terdakwa penyelundupan 150 ribu baby lobster, Muamar Kadapit, Aripudin dan Mansur menjalani sidang di Pengadilan Negri (PN) Jambi, dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli, Selasa (5/12/2017).
Dalam keterangan ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyatakan kerugian negara akibat penyelundupan yang dilakukan terdakwa tersebut telah merugikan negara sebesar Rp 5,7 miliar.
“Kalau satunya di Cina dan Singapura diharga Rp 38 ribu kali 150 ribu, maka seluruhnya mencapai Rp 5,7 miliar,” ujar Paiman, saksi ahli dalam kasus ini.
Hal itu disampaikan saksi ahli, Paiman, dari Balai Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ditemui di luar pesidangan mengatakan, baby lobster tersebut berhasil diamankan oleh Polairut di Pal Lima Kota Baru, pada Oktober Lalu.
“Baby Lobster tersebut diduga akan dibawa ke Singapura dan Tiongkok melalui pelabuhan penyebrangan Kuala Tungkal,” ujarnya.
Ditambahkannya, dari 150 ribu jenis baby lobster tersebut terdapat dua jenis yakni lobster Mutiara dan jenis Pasi. Paiman mengatakan, baby lobster tersebut adalah cikal bakal lobster yang nantinya akan memiliki nilai jual mencapai jutaan rupiah perkilonya saat telah layak untuk dikonsumsi.
“Lobster mutiara dan pasir, memang hight class,” sebut dia.
Paiman mengatakan, sebagian baby lobster hasil penagkapan tersebut telah dikembalikan ke habitatnya yakni di Jawa Barat. Dirinya beralasan, baby lobster tidak dapat dikembangkan di laut yang dimiliki Jambi, sebab katanya, wilayah perairan Jambi mengandung banyak lumpur serta tidak memiliki karang.
“Sisanya sudah dikembalikan kehabitatnya,” sebutnya.
Perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 88 jo pasal 16 Ayat (1)  Undang undang RI No.31 Tahun 2004 Tentang Tentang perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang sebagaimana RI No. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. (eks/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: