Kecelakaan Saat Ultah Perusahan, Bahari 9 Bulan Terbaring Lumpuh Tanpa Ada Perhatian

0
Bahari (38) Warga RT 09 Desa Sungai Regas, Kecamatan Taman Rajo Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi terlihat terbaring lemah di sebuah tempat tidur yang terdapat di ruang tamu berukuran 3x4 meter. Istimewa for Seru Jambi

SERUJAMBI.COM, Jambi – Akibat terjatuh naik batang pinang dalam acara ulang tahun (ultah) Cabang Pelabuhan Jambi, 4 November 2016 lalu Talang Bakung, seorang warga Dusun Sungai Regas, Desa Talang Duku RT 09, Kecamatan Taman Rajo, Kebupaten Muaro Jambi. Harus ikhlas terbaring lumpuh selama 9 bulan, namun mirisnya pihak perusahaan Pelabuhan Talang Duku, dan pemerintah Kabupaten Muaro Jambi hingga sekarang tak pernah peduli dengan kurban tersebut ini. Perusahaan hanya membiayai saat korban dirawat di rumah sakit saat terjadinya kecelakaan tersebut.

Bahari (38) Warga RT 09 Desa Sungai Regas, Kecamatan Taman Rajo Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi terlihat terbaring lemah di sebuah tempat tidur yang terdapat di ruang tamu berukuran 3×4 meter. Tak banyak yang bisa di perbuat oleh bapak satu orang anak ini, karena bagian tubuh dari pinggang hingga kebawah telah lumpuh total akibat kecelakaan mengikuti kegiatan acara ulang tahun pelabuhan talang duku jambi sembilan bulan lalu.

Mirisnya lagi bapak malang ini hingga sekarang tak sekalipun dapat perhatian maupun bantuan dari pihak perusahaan yang mengadakan acara ulang tahun tersebut, dimana ia mengalami kecelakaan waktu pelabuhan talang duku mengadakan acara dalam memeriahkan ulang tahun pelabuhan. Perhatian dari perusahaan cabang pelabuhan jambj talang duku hanya hanya didapati saat korban dirawat di rumah sakit saat terjadinya kecelakaan sembilan bulan lalu.

Dari pengakuan Bahar, kecelakaan ini terjadi saat ikut acara naik batang pinang acara ulang tahun pelabuhan jambi, talang duku.

“Waktu kejadian pihak pelabuhanlah yang mengurus masuk rumah sakit, setelah keluar tidak ada lagi tindak lanjut untuk kesembuhan saya,”ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pihak dari desa sendiri juga tidak ada berusaha untuk membantu, dalam pengobatan keadaaan ini.
“Tidak pernah dari desa berusaha memperhatikan saya, waktu keluar rumah sakit ada main kerumah, uda tu dak lagi,”ujarnya.

Ia mengungkapkan, dirinya bersama keluarga orang tidak mampu, dan saya tukang punggung keluarga, dengan keadaan sekarang hanya minta belakasihan dari tetangga.
“Jangankan makan kami minumpun susah,”katanya.

Bahari berharap semoga pihak perusahaan dari pelabuhan cabang jambi dan pemerintah dapat lebih peduli terhadap dirinya karena telah 9 tahun ia terbaring, namun tak sekalipun baik pemerintah kabupaten maupun pihak perusahaan yang peduli terhadap dirinya.

Dari pantauan di kediaman korban, keluarga ini tinggal hanya di sebuah rumah panggung dindingnya terbuat dari kayu, dan tidak ada barang beharga yang ingin dijual untuk kebutuhan sehari hari.(clp)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: