Kejati Kejar Tersangka Baru Kasus Alkes RSUD

0
Alkes RSUD
Sidang kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes), RSUD Raden Mattaher Jambi. Foto: Eko/Seru Jambi
SERUJAMBI.COM, Jambi – Sidang kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes), RSUD Raden Mattaher Jambi, akhirnya sampai ditahap vonis. Dua terdakwa kasus tersebut, yaitu Wulandari, kuasa direktur PT Arun Karya Utama dan Diah Anggraini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), divonis dengan hukuman yang berbeda. Tapi kasus tersebut tampaknya bakal berlanjut. Pihak kejati menyatakan, bakal ada tersangka baru yang menyusul.
Dalam sidang yang digelar kemarin, Wulandari divonis dengan hukuman 6 tahun penjara dengan denda Rp. 50 juta, subsider 2 bulan. Sedangkan Diah Anggraini, divonis hukuman 5 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan. Selain divonis penjara, terdakwa Wulandari juga diminta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 4,3 Miliar. Jika terdakwa tidak sanggup mengembalikan uang tersebut, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama 2 tahun.
“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan  bersalah dengan memberikan dakwaan lima tahun, serta denda dua ratus juta rupiah,” ujar ketua majelis hakim, Lucas Sahabat Duha membacakan putusan.
Sidang vonis kedua terdakwa dilakukan secara terpisah. Sidang pertama pembacaan vonis pada terdakwa Wulandari. Sidang dimulai pukul 13.30 WIB. Setelah pembacaan vonis, barulah dilanjutkan sidang kedua, dengan agenda pembacaan vonis pada terdakwa Diah Anggraini.
Ketua majelis hakim menegaskan, semua barang bukti yang berada dirumah sakit disita oleh jaksa untuk kepentingan negara.
“Barangbukti di sita untuk negara,” ungkap hakim
Ditemui usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU), F.Rozi, mengatakan, jika pasca sidang vonis ini, pihaknya tidak akan berhenti begitu saja. Pasalnya, menurut Rozi, akan tersangka baru dalam kasus yang melibatkan Wulandari dan Diah Anggraini ini.
“Bakal ada tersangka baru nantinya,” ungkap F.Rozi.
Sementara itu, pasca mendengarkan putusan pengadilan, kedua terdakwa belum memastikan akan melakukan banding. Mereka masihs menyatakan akan pikir-pikir terlebih dahulu.
“Kita konsultasi terlebih dahulu dengan keluarga,” ungkap kuasa hukum keduanya
Kedua tedakwa tersebut oleh majelis Hakim dituntut degan dakwaan Primer. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1)jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Untuk diketahui, nilai proyek pengadaan Alkes tersebut yaitu Rp 14 Miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi tahun 2015. Akibat perbuatan kedua  terdakwa, negara mengalami kerugian sebesar Rp 8,7 Miliar. (eks/iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...