Kepercayaan Modal Utama

0
Ilustrasi. Foto: Pixbay.com

SERUJAMBI.COM, Motivasi – Pemilik suatu perusahaan, biasanya memilih orang-orang yang kompeten dan bisa dipercaya untuk menempati posisi penting. Ada banyak struktur perusahaan, tetapi, rata-rata yang mengelola operasional perusahaan adalah setingkat manajer atau pimpinan perusahaan.

Maju-mundurnya perusahaan, terletak dari kemampuan para manajer. Inovasi, kreatifitas, daya juang dan bisa menjaga amanah, adalah beberapa kunci sukses bagi seorang manajer dan perusahaan.

Di antara sekian kunci itu, kepercayaan menempati posisi teratas. Semakin dipercaya owner atau atasan tertinggi di satu struktur organisasi, maka semakin tinggi etos kerja manajer tersebut.

Ada tiga kisah yang dialami tiga pengusaha atau owner perusahaan. Di saat ekonomi makro sedang anjlok, ketiga owner menunjuk orang-orang kepercayaannya menempati posisi manajer-manajer.

Perusahaan milik owner A, setelah setahun berjalan, progres perusahaan tak terlalu terlihat. Tetapi, manuver-manuver, ide-ide kreatif namun beresiko tinggi yang dikeluarkan para manajer, membuat omset dan cash in perusahaan tetap terjaga. Bahkan, mereka mampu menekan angka operasional sehingga efesiensi anggaran tercapai. Perusahaan A tidak tumbuh. Tapi juga tidak ambruk seperti ambruknya ekonomi makro.

Lalu perusahaan milik B. Perusahaan ini berjalan di tempat. Para manajer menerapkan sistem lama dengan sedikit berinovasi. Kreatifitas minim, namun resiko juga minim. Akibatnya, perusahaan ini kian lama kian parah kondisi keuangannya.

Sementara, perusahaan milik C, tak terlalu jauh kondisinya dengan milik B. Apalagi, manajer-manajer yang ditunjuk, melulu mengandalkan C sebagian pemilik sekaligus pencari omset.

Jelang tahun ke dua memimpin, akhirnya tibalah bagi A, B dan C mengevaluasi para manajer itu.

Si C memanggil para manajer, lalu memecat semuanya karena dinilai tak mampu bekerja. Si B juga melakukan hal yang sama, memecat manajer karena dinilai tak bekerja dan malah menimbulkan resiko bagi perusahaan. Sedang Si A, menasehati seluruh manajernya lalu mempersenjatai semua manajer dengan ilmu pemasaran. A malah menempatkan diri sebagai negosiator dari dampak-dampak yang ditimbulkan akibat manuver para manajer.

Tiga owner dengan tiga keputusan. Mana yang benar di antara ketiganya?

Singkatnya, setelah mengambil keputusan, akhirnya perusahaan milik B dan C gulung tikar di tahun berikut. Sedang perusahaan milik A, menunjukkan tanda positif, jauh dari ancaman tutup.

Inilah letak kunci sukses perusahaan milik A. Ya, kepercayaan!

Ketika A memilih para manajer, A terlebih dahulu telah berhitung matang. Termasuk kemampuan para manajer itu. Makanya, ketika para manajer melemah, A tampil sebagai pemimpin sekaligus Ayah. Tidak memarahi dan menjadikan anak buah sebagai kambing hitam kegagalan, A malah menasehati dan memberi arahan sebagai solusi.

Tindakan A ini membuat para manajer kembali percaya diri. Mereka bulat membantu A karena sikap A menujukkan betapa ia sudah percaya penuh kepada mereka. Dukungan penuh inilah yang menjadi pemicu para manajer bekerja lebih giat lagi, sehingga membawa pengaruh baik bagi perusahaan.

Kesimpulannya, letakkan kepercayaan kepada anak buahmu dengan sebulat mungkin. Dan tanamkan kepada diri anak buah untuk menjaga penuh kepercayaan itu. Dengarkan segala masalah langsung dari orang kepercayaanmu, bukan dari para “pembisik” yang membawa berbagai misi. Sebab anak buah, adalah asset terpenting bagi perusahaan yang Anda bangun. (SeruJambi.com)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: