Kodim Gerakkan Babinsa Bantu Distribusi Air Bersih

0
Ilustrasi Distribusi Air Karena Banjir di Garut. Foto: Istimewa
SERUBAYA.COM, Pamekasan – Kodim 0826/Pamekasan, Jawa Timur, menggerakkan seluruh bintara pembina desa guna membantu pendistribusian air bersih di 80 desa yang dilanda kekeringan di wilayah itu.

“Semua babinsa yang bertugas di desa-desa yang kekurangan air bersih kami instruksikan agar mereka proaktif membantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat,” kata Komandan Kodim 0826/Pamekasan Letkol Inf Nuryanto di Pamekasan, Selasa (5/9).

Ia menjelaskan keberadaan TNI di desa harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk membantu kebutuhan masyarakat.

“Jajaran koramil di masing-masing kecamatan juga kita instruksikan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan secara langsung ke lapangan,” ujarnya.

Selain itu, katanya, prajurit abdi negara itu juga diminta untuk ikut membantu menyampaikan informasi kepada petugas BPBD Pemkab Pamekasan apabila ada desa yang belum masuk dalam pendataan pemkab, sehingga luput dari bantuan pemerintah.

Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, jumlah desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih pada kemarau saat ini 80 desa.

“Jumlah sebanyak 80 desa yang dilanda kekeringan tersebut, berdasarkan hasil pendataan terbaru yang kami lakukan di lapangan,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono.

Budi menjelaskan 80 desa itu kini kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan memasak.

Jumlah desa yang mengalami kekeringan pada kemarau kali ini, sama dengan tahun sebelumnya.

Pada 2016, daerah rawan kekeringan di Pamekasan 299 dusun di 80 desa. Hanya saja, meski jumlah desa yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih sama, sebaran kekeringan kali ini lebih luas.

“Sebab, dulu kekeringan hanya di 11 kecamatan. Tapi kali ini di 13 kecamatan. Jadi meskipun jumlahnya sama, akan tetapi sebarannya kian meluas,” kata Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus.

Ia menjelaskan dari 299 dusun yang rawan kekeringan itu, di antaranya kering kritis 166 dusun di 37 desa. Kering langka melanda 133 dusun di 42 desa di 11 kecamatan.

Kekeringan kritis itu terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter per orang per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 hingga 3 kilometer. (ant/ara)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: