KPK Kembali Periksa Asrul Sihotang Terkait OTT di Jambi

0
Asisten III Saifuddin (depan ) pake rompi orange diiringi Arfan, Plt Kadis PU (belakang) pakai rompi orange KPK.
Asisten III Saifuddin (depan ) pake rompi orange diiringi Arfan, Plt Kadis PU (belakang) pakai rompi orange KPK.
SERUJAMBI.COM – Asrul, orang yang disebut-sebut dekat dengan Zumi Zola, ternyata kembali diperiksa oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 28 Desember 2017. Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan suap pengesahan APBD Provinsi Jambi tahun 2018, dengan barang bukti uang senilai Rp 4,7 miliar pada operasi tangkap tangan (OTT) Selasa 28 November 2017.

BACA JUGA: Perkembangan OTT KPK di Jambi, Kepala Perwakilan Jambi Segera Diperiksa

Pemeriksaan terhadap Asrul Padapotan Sihotang ini, terkait berkas penyidikan dengan tersangka Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Jambi Saifudin, yang statusnya sudah menjadi tersangka.
Sementara, Asrul diperiksa sebagai saksi karena ia merupakan salah seorang yang turut diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta terkait kasus ini pada Selasa (8/11) lalu. Pemeriksaan terhadap pria yang disebut sebagai orang dekat Gubernur Jambi, Zumi Zola ini dilakukan penyidik untuk mendalami sejumlah hal. Salah satunya terkait pertemuan atau komunikasi untuk mengurus pengesahan APBD Jambi.

BACA JUGA: Erwan Malik Kembali Diperiksa KPK

“Apakah ada pertemuan, apakah ada komunikasi-komunikasi misalnya. Ataupun pengurusan-pengurusan terkait pengesahan APBD itu tentu kita dalami kepada saksi,” kata juru bicara KPK, Febri, dikutip dari laman beritasatu.com.
Berdasar informasi, Asrul merupakan pihak yang turut mengumpulkan uang dari pihak swasta untuk diberikan pihak Pemprov Jambi kepada anggota DPRD Jambi agar mengesahkan APBD 2018. Asrul diduga berkoordinasi dengan sejumlah pihak, salah satunya diduga Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jambi di Jakarta, Amidi.
Selanjutnya, Amidi meneruskan uang yang dikumpulkan Asrul ini kepada sejumlah pejabat Pemprov Jambi, seperti Saifudin dan Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan.
‎Disinggung mengenai peran Asrul ini, Febri hanya menjawab diplomatis. Dikatakan, tim penyidik mendalami proses atau rangkaian pengesahan APBD.
“Ada beberapa peristiwa yang kita klarifikasi. Terutama tentu proses atau rangkaian proses pengesahan APBD dan pemberian uang tersebut,” katanya.
Diketahui, KPK menetapkan Ketua Fraksi PAN dan anggota Banggar DPRD Jambi, Supriyono; Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin; Plt Kadis PUPR, Arfan dan Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan APBD tahun anggaran 2018. Supriyono diduga menerima suap dari tiga pejabat Pemprov Jambi itu untuk menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi tahun 2018.
Diduga, Pemprov Jambi sudah menyiapkan “uang ketok” sebesar Rp 6 miliar untuk “mengguyur” DPRD Jambi. Namun, KPK baru menyita Rp 4,7 miliar dalam OTT pada Selasa (28/11). Sementara Rp 1,3 miliar lainnya sudah diserahkan pihak Pemprov Jambi kepada anggota DPRD Jambi. Diduga, suap itu diberikan ketiga pejabat Jambi atas perintah Zumi Zola. (esa)
Sumber: beritasatu.com
Loading Facebook Comments ...
loading...