Lapas Jambi Selalu “Seru”

1
Ilustrasi: Anung W/Seru Jambi

Pembakaran, Banjir, Hingga Aksi Protes Napi

SERUJAMBI.COM, Jambi – Di tahun 2017 ini, Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Klas II A Jambi di Jalan Pattimura, Kenali Besar Kota Baru, Jambi, selalu “seru”. Huru-hara dan kehebohan di dalam Lapas ini, menjadi sorotan publik. Mulai dari pembakaran, banjir, hingga unjuk rasa yang terjadi pada Rabu (27/9/2017.
Data yang dirangkum Seru Jambi, insiden pertama terjadi pada Rabu 1 Maret 2017. Kala itu, ratusan narapidana (napi) Lapas Kelas IIA Jambi, mengamuk dan membakar sejumlah bangunan yang ada di dalam Lapas. Kejadian ini dipicu oleh razia yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi.
Akibat insiden ini, satu orang napi narkoba bernama Andi Saputra (27), meninggal dunia, puluhan napi dan tahanan mengalami cidera. Bahkan, beberapa polisi dan sipir Lapas mengalami luka-luka. Dari kejadian ini, lima napi berhasil kabur dengan memanjat tembok Lapas.
Insiden ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI. Bahkan, Dirjen Kemenkumham, I Wayan Dusak, kala itu turun langsung dan melakukan mediasi dengan ribuan narapidana. Hasilnya, napi meminta Dirjen untuk mencopot Kepala Lapas. Lalu, Kemenkumham membentuk tim investigasi, namun sayang, hingga saat ini publik tidak mengetahui hasil dari investigasi tersebut.
Insiden ke dua terjadi pada Sabtu 3 Juni 2017. Waktu itu Jambi sedang musim hujan. Banjir besar menghantam bangunan Lapas. Tembok sebelah kiri Lapas setinggi 6 meter dan sepanjang 60 meter ambruk. Ribuan napi terendam sebatas dada. Napi panik. Akibatnya, 44 orang kabur dan 15 orang dinyatakan buron.
Teranyar, terjadi kemarin, Rabu (27/9/2019), sekitar pukul 14.00 WIB. Lapas kembali “seru”. Puluhan polisi bersenjata lengkap mendatangi Lapas yang berada di Jalan Pattimura, Kenali Besar Kota Baru, Jambi. Tak hanya bersenjata, aparat dari Satuan Brimob Polda Jambi, juga telah menyiapkan armada anti hura hara.
Gejolak yang terjadi kali ini disebabkan oleh penjemputan salah seorang Napi bernama Budi Puntung, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi. Budi diduga sebagai tokoh pengendali narkoba dari dalam Lapas. Dan ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara.
“Penyebabnya itu. Salah satu narapidana yang diduga masih mengendalikan narkoba ‘diambil’ untuk dimintai keterangan oleh anggota BNNP Jambi,” ujar Bambang Palasara, kepada Seru Jambi, di depan Gedung Lapas Klas IIA Jambi.
Tapi, sambung Bambang, Budi Puntung tidak mau dibawa ke luar. Ia malah berpura-pura mencari minum. “Tapi maksudnya mau masuk ke dalam sel lagi. Saat itu, dia menabrak kaca dan kakinya terluka,” ungkap Bambang.
Melihat Budi terluka, para napi lainnya mengira bahwa Budi dipukuli oleh petugas. Dan sontak membuat ratusan napi mengamuk dan melempar benda-benda keras ke arah petugas.
Bambang mengatakan, aksi lempar-lemparan ini berlangsung selama 5 menit di lapangan tengah Lapas. “Sempat unjuk rasa dikit meminta untuk dikembalikan. Mereka tidak merusak lagi. Lempar kecil-kecilan,” ujar Bambang.
Setelah itu, sambung Bambang, suasana kembali kondusif, dan Budi Puntung juga kooperatif. Akhirnya Budi dibawa ke Kantor BNN Provinsi Jambi untuk diperiksa.
“Ini untuk pengembangan kasus. Saat ini kondisinya sudah kondusif. Tapi penjagaan dari kepolisian masih tetap berlangsung hingga malam hari,” jabarnya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol M Toha Suharto, saat dikonfirmasi ketika ke luar dari Lapas Klas IIA Jambi enggan berkomentar banyak. Dia hanya menyebut bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
“Ya agenda kan ada. Kita paling penyidikan doang,” singkat Toha berlalu menuju mobilnya.
Senada, Kapolresta Jambi, Kombes Pol Fauzi Dalimunte, juga mengatakan pemicu dari kerusuhan ini karena adanya pemeriksaan salah seorang narapidana.
“Sementara yang bersangkutan (Budi Puntung, red) sebagai saksi penyalahgunaan narkoba. Situasi sudah kondusif, kok,” singkatnya.(cok/hry)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: