Lima SMA Kudus Terapkan Lima Hari Sekolah

0
Ilustrasi siswa-siswi sekolah. Foto: Istimewa
SERUNESIA.COM, Kudus – Sebanyak lima sekolah tingkat SMA/SMK di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai menerapkan sistem sekolah lima hari, meski tidak ada kewajiban bagi setiap sekolah untuk menerapkannya.

“Dari lima sekolah yang sudah menerapkan, empat sekolah di antaranya merupakan sekolah negeri dan satu sekolah swasta,” kata Pengawas SMA Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng M Zainuri di Kudus, Minggu (8/10).

Ia menyebutkan, sejumlah sekolah yang menerapkan lima hari sekolah tersebut, yakni SMA 1 dan SMA 2 Kudus, SMA 1 Bae, SMA Jekulo dan SMA Muhammadiyah.

Selain itu, kata dia, ada sekolah yang masih melakukan uji coba, yakni SMA Gebog dan SMA Jekulo juga lebih dahulu melakukan uji coba.

Jumlah SMA negeri di Kabupaten Kudus, kata dia, ada tujuh sekolah, sehingga saat ini mayoritas sudah mulai menerapkan lima hari sekolah, sedangkan SMA swasta yang berjumlah 10 sekolah baru satu sekolah yang mulai menerapkannya.

Dengan adanya sistem sekolah lima hari, kata dia, memang ada penyesuaian jadwal mata pelajaran karena sebelumnya pulang pukul 14.15 WIB, kini pulang pukul 15.45 WIB.

Terkait dengan adanya kegiatan ekstra kurikuler, kata dia, siswa juga bisa pulang hingga pukul 17.00 WIB. “Sifatnya tentu tentatif, sehingga kegiatan ekstra bisa saja berlangsung hingga sore hari atau hanya berlangsung sebentar,” ujarnya.

Menurut dia, sebelum menerapkan lima hari sekolah, perlu ada kajian terlebih dahulu agar tidak merugikan siswa. Pasalnya, kata dia, kebijakan lima hari sekolah juga akan berdampak pada kemampuan masing-masing siswa dalam menyediakan uang saku. “Sekolah pun juga harus menyiapkan sarana dan prasarana, seperti musala maupun kantin,” ujarnya.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), kata dia, sekolah juga harus mempersiapkannya pula, karena mengajar pada siang hari saat siswa sedang kelelahan membutuhkan keahlian tersendiri agar proses belajarnya bisa diikuti para siswa dengan ceria.

Artinya, lanjut dia, guru harus memiliki strategi untuk pembelajaran pada siang hari dan harus menguasai ilmu otak atau neurosains agar saat proses belajar mengajar pada siang hari bisa memotivasi anak agar tetap fokus sehingga materi yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Semua itu, lanjut dia, bisa terlaksana dengan baik jika sekolah mempersiapkannya terlebih dahulu dengan mengadakan pelatihan serta memiliki penjaminan sistem mutu internal agar sistem lima hari tetap menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Sementara sekolah tingkat SD yang sudah menerapkan lima hari sekolah, yakni SD Cahaya Nur, sedangkan tingkat Taman Kanak-kanak (TK) yang sudah menerapkan lima hari sekolah adalah TK Islam Terpadu Umar Bin Khathab.

Bahkan, TK IT Umar Bin Khathab sudah melaksanakan lima hari sekolah sejak belasan tahun yang lalu. (ara/ant)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: