Limbah PTPN VI Tebo Ancam Kesehatan Warga

0
ilustrasi
Jadi Sorotan, Dewan Segera Turun Tangan
SERUJAMBI, Tebo – Limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua, di Kabupaten Tebo, diduga mencemari lingkungan. Warga setempat sudah mengadukan masalah ini ke DPRD Tebo untuk ditindaklanjuti. Sebab, kesehatan warga kini terancam akibat limbah itu.
Wakil ketua DPRD Tebo, Wartono Triankusumo dengan tegas meminta agar Komisi II DPRD bidang yang menangani soal limbah dan soal sosial masyarakat, agar secepatnya turun ke lokasi untuk mengecek dan menenangkan masyarakat.
“Informasinya limbah yang berasal dari pabrik kelapa sawit sudah mencemari lingkungan sekitar,” tegas Wartono.
Wartono juga menegaskan agar kasus dan keluhan warga ini secepatnya ditangani dan diselasaikan agar tidak terjadi keributan besar yang melibatkan masyarakat tak berdosa. “Karena ini tentang hajat hidup orang banyak,” tutur politisi PDI Perjuangan ini.
Sementara, sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tebo, Eko Putra, saat dikonfirmasi terkait aktivitas perusahaan yang telah mengancam kesehatan warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang ini, memilih bungkam dan menghindar dari awak media. “Jangan tanya soal limbah PTPN VI ya, “kata Eko Putra, Rabu (13/9/2017).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga dua desa di Kecamatan Rimbo Bujang, Desa Tirta Kencana dan Desa Sapta Mulia, mengeluh atas ulah pihak manajemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Unit Rimbo Dua. Pasalnya, PKS selama ini terkesan membiarkan limbah air dan limbah asap PKS yang mencemari lingkungan sekitar.
Itu sangat dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar PKS seperti warga Jalan Randu II Desa Tirta Kencana dan warga jalan Camar Desa Sapta Mulia. Kedua jalan tersebut langsung berbatasan dan berdekatan dengan lokasi PKS milik BUMN tersebut.
Menurut warga setempat yang sudah bertahun menetap di sana sebelum berdirinya PKS tersebut menuturkan, setiap hari PKS beroperasi dengan mengeluarkan limbah berupa air berwarna hitam pekat. Air itu dibuang seenaknya ke sungai yang ada di dekat PKS sehingga terkesan bahwa limbah air tersebut seperti sengaja dibuang ke sungai.
Tidak hanya itu, sumur–sumur dan sumber air warga setempat pun tak luput dari cemaran limbah PKS. Sumber air bersih yang menjadi tumpuan untuk konsumsi air minum, menjadi tak sehat dan mengancam kesehatan warga setempat.
Parahnya lagi, pabrik yang beroperasi dari pagi hingga sore itu, mengeluarkan asap hitam yang baunya menyegat membumbung tinggi melewati atas rumah warga. Karena, jarak antara PKS dengan pemukiman warga dua desa hanya dibatasi dengan pagar saja. Berkisar antara 100 hingga 200 meter saja.
Mirisnya lagi, warga setempat ada yang sakit menahun karena sesak nafas yang diakibatkan oleh polusi udara dari PKS tersebut. Setiap kali mencium bau udara yang berasal dari asap PKS, warga tersebut sesak nafas dan batuk–batuk. Padahal, warga sekitar sudah berulang kali melaporkan keluhan tersebut. Namun, pihak PKS sendiri sampai saat ini belum ada merespon keluhan warga sekitar.(esy)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: