Mahasiswa Jambi Kutuk Aksi Pemukulan Mahasiswa Unsri

0
Screenshot detik-detik pemukulan mahasiswa Unsri.

SERUPALEMBANG.COM, JAMBI – Aksi demo yang dilakukan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dari provinsi Jambi.

Menteri Politik dan Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jambi (Menpolkat BEM UNJA) Arif Alhadi, menyayangkan tindak kekerasan terhadap mahasiswa.

BERITA TERKAIT:

“Apalagi kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum aparat dan pengaman kampus, yang seharusnya menjadi mediator antara mahasiswa dengan pihak rektorat,” terangnya kepada Serujambi.com saat dihubungi melalui media sosial Whatshapp, Kamis (3/8) malam.

Menurut dia, yang terjadi di Unsri, merupakan bentuk pembungkaman terhadap aspirasi mahasiswa. “Aksi Unsri hari ini adalah bentuk pengungkapan aspirasi yang jelas-jelas sudah diatur dalam undang-undang,” tuturnya.

Selain itu, kecaman juga datang dari Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Jambi (KAMMI Jambi) Muhammad Siddik. Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oknum aparat terhadap peserta demo sangat tidak bisa dibenarkan.

“Kita berharap secepatnya pelaku kekerasaan diproses oleh pihak yang berwenang,” ujar Siddik.

Terpisah, Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha (UIN STS) Jambi, Arfan, turut menyayangkan tindakan kriminalisasi terhadap mahasiswa. Ia mempertanyakan kenapa pihak kepolisian bisa masuk ke dalam kawasan kampus, seharusnya, kampus bisa menjadi tempat seteril.

“Ini tindakan kriminalitas terhadap mahasiswa, kenapa polisi masuk kampus dan main hakim sendiri? Kampus itu ranahnya kaum pelajar. Mahasiswa itu bukan perampok yang harus dipukuli seperti binatang,” jabarnya.

Mahasiswa, sambungnya, berhak mengemukakan pendapat di muka umum. Apalagi itu sudah diatur di dalam UUD 1945, yang menyebut, semua orang berhak mengemukakan pendapat menyampaikan aspirasinya di muka umum. “Bentuk representatif ini sudah membuat mahasiswa yg melihat kejadin tersebut tidak terima,” tutur Arfan.

Sekjen Dewan Pengurus Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jambi, Abu Bakar, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kejadian yang terjadi di Unsri. Ia menilai itu tidak mencerminkan tindakan akademis. Malah, mencoreng dunia pendidikan.

“Tidak mungkin jika yang memukul mahasiswa orang luar Unsri, melainkan oknum dari Unsri itu sendiri. Tindakan yang terjadi di Unsri, baik menonaktifkan mahasiswa dan pemukulan mahasiswa, sangat mencoreng dunia pendidikan itu sendiri,” tuturnya.(yj02)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: