Maju Jalur Independen, Berkas Ruslan Ditolak KPU Kerinci

0
Ilustrasi Pilkada Serentak. Foto: Istimewa
SERUJAMBI.COM, Kerinci – Setelah dibukanya pendaftaran jalur independen oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kerinci untuk jalur perseorangan pada tanggal 25-29 November 2017 lalu, hanya ada satu bakal Calon Bupati Kerinci yang mendaftar, yaitu ketua Yayasan STIT YPI Kerinci Ruslan.
Komisioner KPU Kerinci Suhardiman membenarkan hal tersebut, dia menyatakan berkas untuk pencalonan jalur perseorangan diantar langsung oleh Ruslan beserta pasangannya  Mat Ramawi dan pendukungnya. Penyerahan tersebut diantar ke kantor KPU Kerinci pukul 23.30 WIB. “Hanya Ruslan yang menyerahkan berkas,” ungkap Suhardiman.

Dijelaskan, persyaratan dukungan yang diajukan oleh Ruslan tersebut ke KPU Kerinci tidak memenuhi syarat untuk pencalonan. Alasannya, persyaratan yang dibutuhkan untuk pencalonan dan dokumen yang diserahkan tidak mencukupi syarat.

“Bahan tersebut telah kita terima, tapi setelah kita verifikasi, tampaknya tidak memenuhi syarat untuk pencalonan. Mereka menyampaikan hanya 1.464 yang bisa diterima, sedangkan syarat sah kan 21.868 dukungan serta fotocopy KPT,” jabarnya.
Karena jadwal pendaftaran calon perseorangan terakhir malam kemarin pukul 24.00 Wib, maka KPU menyatakan pendaftaran calon perseorangan sudah ditutup. “Kalau dia menyerahkan jauh hari, masih ada kesempatan untuk melengkapinya. Namun, malah sebaliknya,” ucapnya.

Dengan ditolaknya dokumen Ruslan, artinya tidak ada calon perseorangan yang bakal maju di Pilkada Kerinci tahun 2018 mendatang. Jika keputusan tersebut, Ruslan merasa keberatan, KPU mempersilakan untuk menyampaikan ke Panwaslu Kerinci.

“Sampaikanlah ke Panwaslu, lembaga yang berwenang. Artinya diselesaikan dengan Panwaslu. Kalau kita sudah sesuai aturan kami tolak, karena kurang syarat. Lain kalau surat dukungannya berlebih, bisa kita terima dulu,” jelasnya.

Saat dikonfirmasu, Ruslan mengatakan bahwa dirinya keberatan dengan keputusan KPU Kerinci tersebut. Dia akan mempertimbangkan untuk mengajukan keberatan.

“Kita mempelajari aturan dan undang-undang, karena setau kita, di dalam UU menyerahkan berkas tidak harus langsung keputusan. Dalam UU ada peluang kita untuk melengkapi kekurangan dan bahan yang belum penuh, kita pelajari peraturan KPU no 15 tahun 2017,” katanya.

Terkait surat dukungan yang masih kurang, Ruslan mengakui hal itu. Namun menurutnya hal tersebut masih bisa dilengkapi lagi. “Kita dapat informasi, kita menyerahkan hardcopy sebanyak yang ada dulu, baru dipenuhi. Tahu-tahu malam tadi diputuskan, harus terkumpul semua. Jadi kalau memang ada peluang, nanti kita akan lakukan keberatan,” bebernya. (rzi)

Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: