Mantan Kadis Peternakan Pemprov Rencanakan Korupsi Sapi dengan Massive

0
Ilustrasi Korupsi. Foto: Istimewa

SERUJAMBI.COM.Jambi – Dugaan korupsi pengadaan dan pengemukkan 400 ekor sapi di Dinas Peternakan Provinsi Jambi sejak tahun 2014 masuk tahap persidangan. Rabu (22/12017), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), mulai menyidang Akhdiyat, bekas Kadis Peternakan Era Gubernur HBA.

Akhdiyat mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi 2014 itu merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA). Selain sebagai KPA, Akhdiyat juga diketahi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PKK). Selain itu, turut menjadi tersangka, Naksabandi, mantan Kepala Bidang (Kabid) Budidaya di Dinas Peternakan Provinsi Jambi 2014-2016.

Dalam kasus tersebut, ia sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPK), Don Sebastian selaku ketua panitia lelang, dan pihak  rekanan Putra Bakti Sebayang selaku Wakil CV Barokah Utama. Kasus korupsi penggemukan dan pengadaan 400 ekor sapi di Dinas Peternakan Provinsi Jambi itu, beralngsung sejak tahun 2014. Proyek itu bernilai Rp 3,3 miliar .

Sidang dipimpin Hakim Lucas Sahabat Duha dan Jaksa Penuntut Umum Tri dan jaksa tim, serta tim kuasa hukum dari para terdakwa.

Jaksa, dalam pembacaan dakwaannya mengatakan, Akhyar, Putra Sebayang, Don Sebastian Tarigan Serta Naksabadnia, melakukan perencanaan secara masif sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 900 Juta.

“Melakukan dan atau turut serta melakukan perbuatan yang dapat merugikan kerugian negara,” sebut Jaksa.

Selian itu, jaksa mengatakan, salah satu terdakwa meminta salah satu CV untuk di jadikan pengurus. Itu agar dapat melakukan pelelangan tender pengadaan dan pegemukan sapi di Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Kompensasinya dengan jika perusaahan tersebut menang tender akan memberikan fee sebesar 1,5 persen dari total proyek tersebut.

“Putra Sebayang meminta menjadi pengurus perusahaan untuk mengikuti pelelangan di Jambi atas nama wakil direktur utama dan berjanji akan memberikan fee 1,5 persen dari nilai kontrak,”sebutnya.

Selain CV Barokah tersebut, terdapat dua CV Lainnya yang juga berperan dalam proyek penggemukan dan pengadaan sapi sebanyak 400 ekor itu. yakni CV Guntur Pemungkas, dan CV Bersama, yang kesemua perusaahan tersebut di atur oleh Putra Bakti Sebayang.

“Dua perusahaan lainnya juga dimenangkan oleh perusahaan yang dibawa oleh Putra Bakti Sebayang,” sebut jaksa.

Selain itu, dalam pembacaan dakwaan itu, terungkap pengadaan sapi tersebut tidak memenuhi setandar. Jaksa menambahkan, bahwa sapi tersebut masuk ke Jambi melalui pelabuhan tidak resmi.  Itu merupakan perintah dari Pihak PPTK Naksabandi untuk melakukan pembongkaran dilokasi itu.

“Sapi dibawa nelalui pelabuhan tikus Teluk Jambi dan diterima oleh tim selektor, hal itu dilakukan atas perintah PPTK Naksabandi. Seharusnya langsung ke tempat penampungan sementara di Muarojambi,” ucapnya.

Selain itu, Dalam pembacaan dakwaan itu, terungkap jika sapi yang dihadirkan kejambi tersebut tidak dilakukan pengecekan kesehatan dan tidak dilakukan pemeriksaan kualitas dari sapi itu. Jaksa, mengatakan, terdakwa telah mengetahui kualitas dari sapi tidak memenuhi syarat. Namun, terdakwa tetap melakukan pencairan dana sapi itu.

“Sapi tersebut tidak pernah dilakukan pemeriksaan oleh pihak balai karantina dan pertanian provinsi Jambi, karena tidak pernah dilaporkan. Selai itu,  sapi di bawah berat rata-rata, tapi Putra Sebayang tetap mengajukan pencairan,” singkatnya.

Sementara itu, atas dakwaan yang dibacakan jaksa tersebut ke empat saksi tidak mengajukan keberatan sedikitpun. Keemptnya menerima dakwah itu.

Akibat Perbutan terdakwa tersebut negara melabhaki kerugian negara sebesar Rp 994 Juta dari nilai anggaran yang digunakan sebsar Rp 3.3 Miliar

Keempatnya didakwa hukuman sebagaimana diancam pidana dalam primair Pasal 2 ayat 1 dan subsidair Pasal 3 No 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana perubahan dalam UU No 20 tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1. (eks)

 

Loading Facebook Comments ...
loading...