Minta Bos BCA Ditangkap, Zulfani : Rp 40 M Uang Nasabah Raib….

4
Massa mulai merangsek masuk kantor BCA.
SERUJAMBI.COM.JAMBI-Kantor BCA Jambi didemo warga pagi ini. Massa menuntut bos BCA ditangkap dan mempertanggungjawabkan kejahatan perbankan yang dilakukan. Zulfani, koordinator aksi menjelaskan, ada nasabah atas nama Ati yang uangnya tiba-tiba hilang dari rekening BCA senilai Rp 40 M. Uang yang tak sedikit.
“Padahal pemilik rekening tak pernah menarik uang atau mentransfer uang sejumlah itu. Ini ada apa dengan BCA, kok bisa begini,”katanya.
BACA JUGA:
“Di BCA ada sekitar Rp 40 M uang yang hilang. Secara keseluruhan di 6 bank ada total sekitar Rp 100 M,”tegasnya.
Hingga siang ini, massa terus mendesak masuk dan bertemu managemen bank. Massa mulai semakin panas karena managemen BCA tak kunjung muncul. Proses aktivitas di bank BCA itu juga langsung lumpuh.
Untuk diketahui, uang simpanan Ati, warga keturunan tionghoa ini semula terdapat saldo lebih Rp 100 Miliar dari beberapa bank dijambi, termasuk di BCA. Tiba-tiba saja bisa raib tanpa kejelasan.
Akibat kejadian ini, Ati bersama ratusan masyarakat yang bernama koalisi masyarakat peduli Jambi akan menggelar demo di Bank Central Asia (BCA) yang berlokasi di Pasar, Kota Jambi Senin  pagi ini (11/9).
Menurut Ati, sebenarnya dirinya tidak ingin melakukan unjuk rasa ini. Namun uang yang raib sejak 2016 lalu hingga kini tidak ada kejelasan dari pihak bank.
“Saya tidak terima atas kerugian yang saya alami. Karena itu, kami akan melakukan demo besar-besaran ke BCA hari ini,” katanya.
Diakuinya, tanpa sepengetahuannya uang sebanyak Rp 600 juta di Bank BCA yang dia tabung sudah berpindah ke rekening orang lain yang mengatasnamakan kuasa dari dirinya. Jika ditotal ada sekitar Rp 40 M lebih.
“Kita tidak pernah memberikan kuasa kepada orang lain untuk melakukan transfer ke rekening lain,” ujar Ati.
Hal yang sama juga terjadi dibeberapa bank yang lainnya, tanpa kejelasan uangnya pun raib dan berpindah ketabungan orang lain dengan modus yang sama.
Anehnya, Ati mengatakan selain ditemukan identitas palsu atas nama Ati yang dibuat oleh pelaku dalam kuasa tersebut, pihak bank terkesan menutup-nutupi.
“Pihak bank menghalang-halangi saya. Saya hanya minta data-datanya, bukti transfer dan rekaman CCTV,” ungkapnya dengan nada kesal.
Selain itu, Dia juga menjelaskan selama ini dirinya tidak pernah dalam hal pembuatan paspor dan pembukaan rekening memberikan kuasa kepada orang lain. Apa lagi untuk memberi kuasa transfer kepada orang lain.
“Bukan hanya identitas KTP saya saja yang dipalsukan, namun nomor handphone saya juga dipalsukan. Tidak itu saja, cek dan giro yang dicairkan serta spesimen tanda tangan saya juga tidak sama,” imbuh Ati.
Dia juga menjelaskan data identitas KTP aslinya dengan nomor 1571031708810102, diakuinya tidak pernah buka rekening dengan ID selain dengan ID yang ada tersebut.
Selanjutnya, dalam perjalanan mencari kebenaran, Ati menemukan bukti lain, yakni adanya ID KTP palsu atas namanya. Tetapi, tanggal lahir di KTP itu juga palsu. Padahal dari KTP aslinyas, Ati lahir pada tahun 71.
Dan anehnya lagi, sambung Dia, ID KTP dirinya pun tidak bisa diakses dan dicek oleh Dinas Penduduk dan Catatan Sipil, Provinsi Jambi.
“Pihak Dukcapil hingga saat ini tidak bisa memberikan keterangan. Mereka hanya memberikan alasan tidak bisa diakses, karna data banyak yang hilang. Aneh kan, kenapa data saya bisa hilang,” papar Ati.
Terkait kerugian milyaran yang dialaminya sejak tahun 2016, Ati bukan tidak pernah melaporkan ke pihak berwajib.
“Saya sudah mencari keadilan sejak tahun 2016 lalu, dan sudah membuat tujuh laporan kepada pihak kepolisian, baik di Polresta maupun di Polda Jambi. Namun belum ada tindakan yang signifikan terhadap kasus yang menimpa saya ini,” katanya.
Baginya, ini merupakan kejahatan yang keji, yang harus ditindak dan diproses oleh pihak yang berwajib, baik pihak kepolisian atau pihak otoritas jasa keuangan (OJK) di Jambi. (yj02/mui)

 

CC:

  1. BCA
  2. Klik BCA
  3. Mabes Polri
  4. OJK
  5. World Trade Organization (WTO)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: