Mitra Tel Kangkangi Moratorium Pendirian Tower

0
Para pekerja yang tengah membangun tower di RT 42, kelurahan Mayang Mangurai, Kota jambi. Foto: Rolies MS/Seru Jambi
SERUJAMBI.COM, Jambi – Tower telekomunikasi yang dibangun PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitra Tel bermasalah. Tower di RT 42, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi itu, dipastikan menyalahi aturan moratorium pendirian tower yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.
Pasalnya, hingga saat ini, moratorium yang lahir dari protes warga menyikapi maraknya pendirian tower di Kota Jambi pada tahun 2014 hingga 2015 itu, masih berlaku dan belum dicabut oleh Walikota Jambi Syarif Fasha. “Moratoriumnya belum saya cabut. Dan saya tidak mengizinkan ada pembangunan tower di atas 20-30 meter, ada di Kota Jambi,” tegas Syarif Fasha, Walikota Jambi, usai menghadiri paripurna di DPRD Kota Jambi, Senin (25/09/2017).

BACA JUGA: Tower PT Mitratel Terancam Dibongkar

Terkait Mitra Tel, Fasha membenarkan bahwa memang ada kerjasama yang dibuat Pemerintah Kota Jambi dengan anak perusahaan Telkomsel tersebut. Kerjasama dalam bentuk pendirian tower di Kota Jambi sebagai bagian menyukseskan program Pemerintah Kota Jambi menuju kota pintar atau Smart City.
Hanya saja, kata dia, tidak seperti tower yang berdiri di Mayang tersebut. “Tapi dalam kesepakatan kita, mereka hanya mendirikan tower dengan satu tiang. Dan itu bisa memanfaatkan median jalan. Bisa juga lampu jalan. Karena tingginya hanya 8-12 meter,” ungkap Fasha.
Sementara, tower yang di Mayang Mangurai, tingginya mencapai 35 meter. Pondasi pun memakai 4 tiang. Ini yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Sebelumnya, pembangunan tower telekomunikasi ini juga menuai polemik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muarojambi. Pasalnya, dalam pengurusan izin pendiriannya, tower tersebut berlokasi di Muarojambi. Namun, ketika dicek keberadaannya, justru berada di Kota Jambi. Bahkan, Pemkab Muarojambi melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga telah mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Izinnya memang dari kita. Saat ini IMB-nya ada sama kita,” kata Zurahman, Plt Kadis DPMPTSP Muarojambi, beberapa hari lalu.
Parahnya, menurut keterangan Ardi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi ini juga mengabaikan syarat mendirikan bangunan. Yaitu, kelengkapan dokumen lingkungan, meliputi; kesesuaian tata ruang, tujuan prinsip dan izin lokasi, baik dari Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, maupun dari DLHD Pemkab Muarojambi.
“Kalau dari berita yang saya baca, di Muorojambi juga tidak keluar dokumen lingkungannya. Saya cek beberapa hari ini ke staf saya, juga tidak ada izin itu,” ungkap Ardi.
Terpisah, Fahmi Sabki, Kepala DPMPTSP Kota Jambi, mengatakan, bahwa dalam pembangunan tower itu, pihak Mitra Tel mengira bahwa lokasi pembangunan itu berada dalam wilayah hukum Pemkab Muaro Jambi.
“Mereka pikir lokasi itu masuk wilayah hukum Muarojambi. Saya sudah mengutus Kabag Pemerintahan untuk mengecek ke lokasi. Jika nanti terbukti masuk wilayah hukum Kota Jambi, saya pastikan, izin yang dikeluarkan Muaro Jambi itu tidak berlaku,” tegas Fahmi.
Namun, hingga saat ini, kata Fahmi, belum ada laporan detail dari tim yang dibentuknya itu. “Kita tidak mau gegabah. Tunggu dulu laporan dari Kabag Pemerintahan. Kalaupun nanti terbukti melanggar, kita akan tinjau dari semua sisi. Termasuk minta keterangan Pemkab Muarojambi,” ujarnya.
Fahmi juga menyebut, jika dalam pembangunan tower yang berlokasi di kelurahan Mayang Mangurai, Mitra Tel berpedoman pada program smart city, itu juga tidak benar. Mengingat, dalam kerjasama itu, Mitra Tel hanya diizinkan membangun tower monopol atau satu tiang.
“Yang smart city, layanan data 4G itu kan cuma satu tiang (monopol), bukan 4 tiang. Towernya juga pendek. Jadi tidak ada alasan,” pungkasnya.
Pantauan Seru Jambi di lapangan, tower itu diperkirakan sudah 98 persen dibangun. Pekerja terlihat masih membangun meski Ketua RT setempat protes atas pembangunan tower tersebut.(clp/iis)
Loading Facebook Comments ...
loading...