MOTIVASI: Memprogram Pikiran untuk Sukses

0
Dr Personality Power
By Anaz Almansour
Motivator Indonesia
Manusia pada dasarnya diciptakan untuk sukses namun seiring perjalanan hidupnya, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kesuksesan seseorang. Tetapi, pada prinsipnya adalah kembali pada diri kita, karena sebenarnya diri kita ibarat komputer, ada hardware dan software-nya.
Misalnya suatu komputer, hardware-nya sudah melekat atau bawaan pabrik. Nah, sekarang untuk program softwarenya adalah tergantung dari yang empunya atau pemilik komputer. Kalau yang memilkinya adalah seorang arsitek, maka dia akan memprogram software-nya dengan autocad atau yang berhubungan dengan dunia arsitek.
Kalau yang memiliki komputer adalah entrepreneur maka dia akan banyak software program untuk trading, akutansi, atau neraca laba/rugi. Kalau yang memiliki komputer anak muda, maka program software akan banyak diisi sosial media, seperti facebook, instagram, twitter, linkedin, youtube, skype dan semacamnya.
Seperti komputer atau Ipad zaman sekarang ini, maka manusia juga bisa memprogram pikiran kita, diibaratkan tubuh kita adalah hardware dan otak/pikiran kita adalah software, maka kita dapat memprogramnya untuk kesuksesan hidup.
Sahabat semua yang berpikir sukses.
Memprogram pikiran dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil, dimulai dari diri kita dan dimulai dari sekarang.
Kita dapat memprogram yaitu dengan Positive Mental Attitude (PMA), dimulai dari keyakinan bahwa kita pandang segala kejadian, ujian, masalah, persoalan hidup dari sudut pandang positif dan harus diyakini.
Perlu diketahui, pikiran kita selalu bergerak sepanjang hari. Lebih 60 ribu kali dalam segala pikiran berjalan terus dan 80 persen adalah negatif. Apabila tidak dapat mengendalikan pikiran kita, maka kita akan dikendalikan olehnya.
Apa yang harus dilakukan?
Mulai saat ini berpikirlah positif. Apapun itu, kita bisa menggunakan REFRAME atau proses pencarian benefit/keuntungan di balik sesuatu hal dilakukan seketika. Ketika kita menghadapi self objection (“keberatan” emosi, nafs yang negatif) ini adalah teknik untuk membalikkan perasaan (nafs) negatif menjadi positif dengan cepat dalam ilmu NLP (Neuro Language Program).
Misal: emosinegatif, di kantor banyak kerjaan, karier nggak jelas (mukacemberut: “matigue”).
Reframe 1: justru itu saya tertantang, saya harus belajar lebih banyak (jadi semangat)
Reframe 2 : saya tunjukkan dulu hasil kerja saya, pasti karier membaik (jadi lebih semangat kerja)
Reframe 3 :justru saya harus menimba ilmu lagi, kalau sudah pintar kenapa nggak pindah kerja dengan gaji yang lebih tinggi (jadi tambah semangat)
This is the practical aplication of NLP in Islam
Taruhlah kita dalam problame kehidupan selalu bertanya, kenapa, ya, bisa begini? Maka, otak/pikiran hanya memberikan alasan, bukan solusi!
Sekarang kita balik menjadi hal yang positif yaitu, “apa saja yang bisa saya lakukan keluar dari masalah ini?”
“Pasti saya akan lebih baik dari sebelumnya”
“Saya akan fokus dengan usaha supaya bisa maju”
“Masalah ini menjadi tantangan buat saya menjadi lebih baik dari sebelumnya”.
Dengan kita program dari negatif menjadi positif, maka otak/pikiran akan memberikan solusi-solusi dan keluar dari masalah kehidupan.
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: