Motivasi: Mind Block

0
Dr Personality Power
By AnaZ Almansour
Motivator Indonesia

Kita diberikan kemampuan untuk berpikir maju dan berpikir sukses. Karena, siapapun di dunia ini pasti menginginkan kesuksesan dan kemajuan dalam bidang apapun. Kebanyakan kemakmuran financial yang sangat dinginkan dibarengi kemampuan peningkatan spiritual yang tinggi kepada Allah.
Namun banyak dari kita yang masih belum yakin dengan kemajuan yang akan dicapainya. Malah, kadang bertanya pada dirinya sendiri apa mungkin saya bisa mencapainya?
Apa mungkin ya saya bisa menginginkan seperti yang saya idamankan?
Mana bisa saya mencapainya, nggak mungkinlah!
Biarin aja seperti ini, itu kan pikiran orang-orang hebat kita hanya orang biasa aja, jangan mimpi, ya!
Yaaaaa… mimpi aja nggak berani, he… he… he… kan gratis ya, mimpi tinggal kita impikan apa keinginan kita, kalau belum berhasil, ya, coba lagi, simple kan?
Gitu aja kok repotttttt…
Kadang ada orang tua bilang sama anaknya, “Sudahlah, Nak, jangan bermimpi tinggi-tinggi kalau jatuh, ntar, sakit”.
Yaaaa… mimpi kalau jatuh mana ada sakit? Iya, kan?
Sakitnya, ya, di mimpi, he… he… he…
Sudahlah, memang ini kemampuan kita, nggak usah berpikir lebih tinggi.
Inilah yang dinamakan MIND BLCOK, yaitu memblok pikiran atau membatasi pikiran kita atau tidak yakin dengan kemampuan diri untuk meraih sesuatu yang lebih baik atau lebih tinggi.
Pernahkah Anda sekalian tau gajah adalah hewan yang sangat kuat, bisa merusak apa saja bahkan bisa mencabut pohon kelapa atau apapun pohon ketika gajah marah, tapi apa yang terjadi begitu dirantai, gajah hanya diam saja?
Karena dia nggak yakin dengan rantai itu dan dia nggak tau tentang rantai itu. Padahal secara logika, gajah sanggup mencabut rantai tersebut, itulah Mind Block.
Saya akan menceritakan pengalaman ketika bertemu dengan sopir taxi yang memliki Mind Block sangat tinggi.
Begini ceritanya.
Dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, begitu turun dari pesawat, saya mencari taxi menuju Jakarta Selatan. Sekian lama mengantri akhirnya dapat giliran naik. Setelah sekian lama ngobrol-ngobrol dengan sopir taxi, akhirnya saya tanya, siapa namanya? Dia jawab Kusno. Saya tanya lagi, sudah berapa jadi sopir taxi? “Alhamdulillah sudah cukup lama, sekitar 15 tahun,” jawabnya.
Wow, jawabnya membuat saya tercengang. Betapa setianya dia menjadi sopir taxi dengan suka dan dukanya. “Apa nggak ingin berubah, Pak?” Saya tanya padanya. Lalu dia menjawab, “ya, udahlah, Pak, memang udah begini saya mau apa lagi?”
Lalu saya tanya lagi, “nggak ingin hidup lebih dari ini, Pak?”
Dia jawab, “Pak, saya hanya orang kecil, apa yang mau saya impikan tingi-tinggi?”
“Saya nggak berani mimpi dan berpikir tinggi dan jauh banget Pak! Kalau Bapak, ya, bedalah dengan saya orang kecil,” tuturnya.
Saya semakin tertarik mengajak bicara dengannya.
“Terus emang apa bedanya Saya dengan Pak Kusno? Sama-sama manusia, sama-sama makan nasi,” saya jawab begitu.
Dan dia menjawab, “ya, bedalah, bapak orang besar, berpikir besar, berkeinginan besar, punya kemampuan besar dan pasti berteman dengan orang-orang besar,” ulasnya.
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: