Nobar Film G30S/PKI di DPP PBB, Penonton Menitihkan Air Mata

0
uasana nonton bareng film G30S/PKI di Markas Besar Partai Bulan Bintang, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017) malam.
SERUNESIA.COM, Jakarta – Kegiatan nonton bareng (Nobar) film sejarah Pengkhianatan G30S/PKI yang digelar di Markas DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, berlangsung khusuk dalam suasana gerimis, Jumat (29/9/2017) malam.
Ratusan orang yang merupakan simpatisan partai maupun warga lain menyaksikan film besutan oleh Arifin C Noor yang berdurasi kuarang lebih empat jam itu dengan penuh ketegangan.
Beberapa orang penonton terlihat menitikkan air mata pada saat melihat adegan pembantaian para jenderal yang digambarkan begitu keji.
Irwan (27), salah satu warga yang turut hadir dalam Nonton bareng itu mengataka, sejarah mencatat bahwa PKI telah melakukan konspirasi lalu melakukan fitnah dan pembantaian terhadap pihak yang bersebrangan.
“Ini yang menjadi kekhawatiran terhadap kondisi saat ini, di mana kita menyaksikan banyak sekali fitnah dan tindakan semena-mena terhadap pihak yang bersebrangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, tujuan penayangan film tersebut adalah memberikan gambaran bagi generasi muda dan pemahaman kepada masyarakat mengenai sejarah kelam yang pernah terjadi di negeri ini.
“Dengan Nobar ini intinya kami ingin ingatkan peristiwa yang terjadi di masa lampau. Ini pelajaran buat kita semua bahwa gerakan komunis selalu bertentangan dengan nilai agama dan sudah selayaknya tidak diberikan tempat lagi,” kata Yusril di sela-sela kegiatan Nobar.
Pakar Hukum Tata Negara itu menegaskan, secara ideologis, komunisme hingga saat ini masih ada. Ia pun mengingatkan kepada masyarakat terhadap potensi kemunculannya kembali pihak-pihak yang ingin menyebarkan paham komunisme di Indonesia, melalui berbagai cara termasuk dengan melakukan kamuflase.
“Secara ideologi, mereka itu tidak menerima adanya perbedaan. Ini pernah terjadi saat Presiden Sukarno mencetuskan Nasakom. Nyatanya mereka tidak bisa menyatu, justru saat itu berseteru dengan kalangan Islam. Dan justru waktu itu yang menolak (PKI) malah dibubarkan seperti Partai Masyumi,” tegasnya.
Dengan setelah warga masyarakat menonton film Pemberontakan G30S/PKI ini, Partai Bulan Bintang berharap masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan. “Sekaligus ini sebagai ajakan bahwa sejarah tidak bisa dilupakan dan bisa dipetik pelajarannya,” pungkasnya. (adm.ak/abadikini/esa)
Loading Facebook Comments ...
loading...
Hosting Unlimited Indonesia MEDIA PARTNER: